Spiga

salamsuper
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Be Strong

Be Strong
by : Mario Teguh
===
Bila engkau mengerti, engkau akan bersabar.
Bila engkau bersabar, engkau akan dikasihi Tuhan;
karena kesabaran mu datang dari pengertian mu,
dan pengertian mu datang dari keberserahan mu kepada Tuhan.

Maka berketetapanlah setelah engkau memutuskan,

karena

Di awal dari masa-masa yang kejelasannya masih terselubung, tugas mu adalah untuk memulai.


Janganlah engkau tercegah dari memulai sesuatu yang baik, hanya karena belum lengkap pengetahuan mu tentang hal itu.


Lakukanlah, karena di dalam melakukannya itu lah engkau akan dibuat mengetahui.



Dan di dalam melakukannya itu lah, para malaikat akan meletakkan yang kau cari - di hadapan langkah mu, agar engkau menemukannya.

Sehingga sebetulnya,

Wahai Hati Yang Mencari,
Tidak ada kuasa mu untuk menemukan,
kecuali di buat menemukan.

Engkau tidak akan mampu menemukan yang kau cari, tanpa dibuat menemukan yang kau cari.

Maka jadikanlah diri mu pribadi yang diutamakan, agar diutamakan penemuan-penemuan mu.

Yang sekarang harus kau mengerti dengan lebih baik, adalah tujuan dari pengutamaan mu.

Engkau diutamakan agar engkau menjadi Peneladan Kebaikan, Penganjur Kebaikan, dan menjadi Pengharus Kebaikan.


Di dalam pengertian itulah terurutkan tempat-tempat naik mu. Dan engkau tidak akan dinaikkan tanpa pemeliharaan untuk menjadi yang berwenang di tempat-tempat tugas mu.

Maka mulailah di masa yang baru ini, untuk menjadi Peneladan Kebaikan, untuk kemudian naik menjadi Penganjur Kebaikan, dan kemudian untuk menjadi Pengharus kesetiaan kepada Kebaikan.

Kemudian sadarilah,
bahwa dalam tugas mu sebagai Pengharus Kebaikan – engkau tidak terbebaskan dari keharusan untuk tetap menjadi Peneladan Kebaikan,
karena tanpanya – engkau tidak akan bertenaga sebagai Penganjur Kebaikan,
dan kehilangan kepantasan untuk menjadi Pengharus Kebaikan
. . .
(MT; Year end note 2007 'Hati yang mencari')

Read More..

HERO

HERO
By: Mario Teguh

Seorang Hero adalah pribadi yang menjadikan dirinya dan cara-caranya sebagai penyebab kehidupan yang baik pada orang lain.(MT)

Tak dapat dipungkiri dan tanpa ragu bahwa nama-nama indah yang terpahat di sudut-sudut kota kita ini, sudah sepatutnya mendapat gelar kepahlawanan, mereka sudah memantaskan diri dengan pergolakan heroic yang luar biasa dimasanya itu.

Bagi genarasi sekarang yang tentu kita tidak sesederhana sekedar “perjuangan”. Pribadi-pribadi seperti mereka itu telah tertanam nilai-nilai luhur yang terjaga hingga “nama baiknya” tetap mengharum semerbak wangi walaupun jasad sudah terpisah dari raganya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah lupa akan para pahlawan-pahlawannya, ini penting tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita mampu mencetak pahlawan-pahlawan baru yang layak dan sesuai cocok dengan Zaman kekinian dan kedisinian. Bukankah demkian?

Saya percaya bahwa diantar para sahabat Indonesia yang Super, Salah satu pribadi yang Tuhan telah pilih menjadi pribadi yang baik, Pribadi yang terpilih itu akan menjadi orang yang namanya tercatat dalam Sejarah , yang senantiasa menjunjung tinggi nilai luhur baik dan berbudi, Sahabat pertanyaan yang perlu kita selalu ingat dari Bapak Mario adalah

Kira-kira Sejarah akan mengingat atau akan mencatat diri anda sebagai apa?(MT)

Bila Hati anda bergetar atas pertanyaan diatas, maka Anda adalah salah satu Orang Besar itu .

Sahabat Indonesia yang Super, Nilai kesejarahan kita yang menentukan kita sendiri, maka tercatatlah sebagai pribadi yang baik, tempatkan diri ditempat yang dimuliakan bukan sebaliknya. Nasehat penting dari Bapak Mario adalah

Jangan lihat diri ini hanya sebagai apa ADA-nya, tetapi
Pastikan kita melihat diri ini sebagaimana apa bisa JADI-nya (MT)

Masa depan Anda bergantung kepada penggunaan terbaik dari kemampuan Anda,
bukan pada kesalahan Anda di masa lalu atau pada keraguan Anda tentang masa depan.(MT)

Sahabat Indonesia, menjadikan Diri Kita Pahlawan Diri Sendiri, yang pada akhirnya akan bermuara pada penyebab kehidupan yang baik bagi orang lain, yakni penyangga Kesuksesan orang lain, pengasah Kecemerlangan orang lain dan boleh jadi sumber Kesejahteraan orang lain.

Bagi Seorang Ayah atau Ibu gunakanlah kwalitas terbaik membangun keluarga dan anak-anaknya, Karyawan atau pimpinan perusahaan dengan lingkungannya mulailah dengan mencontohkan nilai-nilai yang baik, mampu menyarankannya dan jika mampu gunakan kewenangan anda untuk mengharuskannya.

Read More..

How different are you?

How different are you?, itulah topik pada kamis malam 13 Nov 2008 MTBA (Mario Teguh Business Art) yang disiarkan secara live di Televisi lokal O'chanel pada setiap kamis malam pukul 21.00 WIB.

Yups... saya sangat menyukai acara ini sudah cukup lama, bahasannya sangat lugas dan menggugah motivasi diri untuk berubah kearah yang lebih baik. Bahkan kalau tidak sempat menyaksikan siaran live-nya, saya selalu menyaksikan siran tundanya pada setiap sabtu pukul 20.00 atau minggu pukul 13.00. Tapi baru kali ini saya coba tulis resume-nya.

Pada awalnya saya sering rebutan chanel tv dengan istri saya, kebetulan acaranya bentrok dengan sinetron kesayangannya. Tetapi lama kelaman diapun mulai menyukai acara ini, apalagi kalau topik nya sangat pas dengan pengalaman pribadinya he..he...

Saya lebih senang lagi dengan acara ini, karena acara serupa dengan pembicara yang sama yaitu Pak Mario Teguh, juga disiarkan di MetroTV tiap hari minggu malam mulai pukul 19.00. Acara yang diberi nama MTGW (Mario Teguh Golden Ways) ini semakin meriah dan menyegarkan ruang keluarga kami.

Ups... jadi ngelantur gini neh, padahal mau sharing topik-nya Pak Mario Teguh tadi malam :-). Ok, topik tadi malam adalah How different are you?.

Rangkuman topiknya kurang lebih sebagai berikut :
Rangkuman ini juga saya himpun dari beberapa catatan teman2 yang dengan baik hati mau share catatanya dengan kami sesama penyimak MTBA dan MTGW, spesial thanks to Pak Mujiran, SM 0579.

Super Point ke-1

Being different alone is not enough.

Menjadi lain saja tidak cukup, Perbedaan Kita harus Significant untuk menjadi penting.
Karena apabila bedanya tidak cukup besar Maka perbedaan itu akan disamakan.
Perbedaan yang disebut aneh itu karena perbedaan kita belum diterima.

Bagaimana Kita memulai dari suatu tempat dimana kita tidak berada atau memulai dengan sesuatu yg belum Kita miliki ?

* Fokus pada yang Kita miliki, itu perbedaan Pertama.
* Gunakan dengan sebaik baiknya, itu perbedaan ke 2.
* Buat orang Menerima, dan itu perbedaan ke 3.


Super Point ke-2

Bangunlah sebuah perbedaan yg cukup untuk diperhatikan, karena perbedaan yg cukup diperhatikan adalah awal dari terbukanya semua kemungkinan.

Kemungkinan - kemungkinan itu tidak menjadi sesuatu yang nyata apabila kita tidak diperhatikan orang,
Karena perhatian orang kepada kita membuat mereka bersabar mendengarkan alasan kita, ,bersabar menerima kekeliruan - kekeliruan kita, bersabar menunggu hasil kita.
Sedangkan orang yg tidak diperhatikan, menerima ketidaksabaran orang terhadap dirinya.

All Great things were once imposible

Semua hal yang Besar itu dulunya tidak mungkin dan disepelekan.
Seperti ; kapal terbang, Mendarat di bulan, Komputer, dll.

Hanya tinggal apakah Kita dapat bersabar menjadi pribadi yg menghebatkan diri Kita sendiri, selama Kita diabaikan orang.
Karena Penjelasan kepada orang yang meragukan Anda tidak akan mengubahnya, karena niatnya adalah meragukan Anda.
Tetapi kualitas yang Kita bangun dalam diri sambil mengabaikan orang yang mengabaikan itu menjadikan mereka orang yg menghormati Kita nanti.


Super Point ke-3


Sikap tidak semuanya membesarkan, Justru ada sikap yg mengecilkan

Sikap yg membesarkan kita adalah :

-Memperhatikan yg harus diperhatikan
-Dan mengabaikan yg harus diabaikan

Kita ini sering menjadi kecil karena memperhatikan yg tidak penting dan mengabaikan yang penting.
Apapun yg dikatakan orang yang tidak berpihak pada kebaikan Kita, harus diabaikan.
Kritik bahkan penghinaan,bentakan,diusirnya kita tetapi kalau itu tujuannya untuk kebaikan, Harus Kita Hormati.


Super Point ke-4

Banyak diantara kita menginginkan sesuatu yang baru tanpa menjadi pribadi yang baru

Maka Anjurannya,
-Belajarlah untuk merasa nyaman menjadi pribadi yg bukan anda.
-Kita demikian kuatnya dalam konsep tentang yang kita seharusnya, sehingga menolak menjadi pribadi yang bukan kita.
-Apabila kita ingin menjadi berhak bagi kualitas kehidupan yang baru maka biasakanlah diri menjadi pribadi yg bukan kita.


Berpura – Pura

Sebetulnya kita semua sudah berpura pura. Hanya saja masyarakat membenci kepura pura an yg mengambil keuntungan dari orang lain.

Pura-pura itu tidak bernilai Positif atau Negatif, Tetapi Netral. Yang menjadikannya jelek adalah kepura pura an yang mengambil keuntungan dari orang lain yang biasa kita sebut kepalsuan.
Apabila tujuan kepura-puraan kita untuk membahagia kan orang lain, Maka pura - pura lah.


Super Tips

Pribadi yg tidak memusingkan perbedaan antara kesempatan dan Hambatan Lalu menghadapi dua duanya untuk menambang Nilai dari keduanya akan menjadi Bintang yang cemerlang

Cara terdekat untuk menjadi hebat adalah meniru orang Hebat

Copying is ok..

Menjiplak No way

Karena Meniru itu ada jaminannya yaitu Dijamin Tidak akan pernah berhasil, Tetapi anda akan menemukan diri anda yang baru dan mungkin lebih baik dari orang yang Anda tiru.



Ketika lingkungan kita meragukan akan keberhasilan kita,
Tanyakan pada diri sendiri, Apakah orang yang meragukan anda akan memberi santunan pada saat anda gagal?

Jawabannya Tidak.., Maka abaikan.

Cantiknya keberhasilan karena Kita telah banyak diragukan.


Wise Card

Yang membedakan di antara kita adalah pendapat pribadi tentang Nilai kita bagi kehidupan.
Orang yang pendapatnya baik tentang dirinya ( bernilai bagi dirinya) maka akan hati-hati.

Dia akan melihat hambatan, penolakan dan halangan dari orang lain adalah karena mereka tidak mengerti Nilai kita . Apabila kita sabar ,mencoba dan mengupayakan maka kita akan sampai pada keadaan dimana orang menghormati kita untuk Nilai Kita Bagi mereka.

Kesimpulan

Jangan lagi risaukan bahwa anda Berbeda.

Beberapa orang kadang-kadang tidak menyadari bahwa kekurangannya adalah justru perbedaan yg menjadikannya tanpa berupaya, telah menjadi kelihatan.

Bangunlah perbedaan yang memenangkan perhatian orang, kemudian Jadikan itu menguntungkan bagi lingkungan anda.

Terimakasih Pak Mario atas ilmunya, jangan bosan untuk senatiasa membagi ilmu2 yang Bapak miliki kepada lami.

Read More..

Heart Intelligence

HATI memang sebuah teka-teki yang abadi, demikian seorang sahabat
seniman pernah bertutur jernih. Sebagaimana sifat teka-teki, ia
mengundang keingintahuan. Dalam sebuah perjalanan perenungan ke
dalam, pernah terdengar lagu kanak-kanak yang liriknya berbunyi
begini: cangkul, cangkul, cangkul yang dalam. Seperti sedang
menasihati, mencangkullah yang dalam.

Diterangi oleh inspirasi seperti inilah, tidak sedikit sahabat
menghabiskan seluruh waktunya mencangkul yang dalam. Oleh karena di
dalam ini serupa dengan hutan belantara, yang luasnya belum ada yang
bisa menghitungnya secara persis, batas-batasnya masih problematik
sampai sekarang, maka praktis kegiatan mencangkul ke dalam bukanlah
sebuah persoalan mudah.

Namun setidak mudah apapun bentuknya, sejumlah orang sedikit sekali
berdebat namun langsung mulai berjalan. Secara lebih khusus karena
tidak selamanya perdebatan membawa manusia bergerak ke depan. Dan
mulai berjalan, entah lurus atau berputar, senantiasa memberikan
tambahan inspirasi di dalam sini. Dibekali keberanian seperti ini,
ada yang memulai kegiatan mencangkul dengan mencangkul tubuh,
mencangkul pikiran, dan kemudian baru mencangkul di ladang-ladang
hati.

Mari kita mulai dengan mencangkul tubuh. Tubuh sebagai sekumpulan
daging yang berinteraksi cerdas satu sama lain, sudah lama menjadi
wilayah pembahasan biologi. Ilmu kedokteran bahkan tidak saja
menguasainya, melainkan juga meramu penyembuhan dari sana. Banyak
yang sepakat, kalau ada sebuah kecerdasan mengagumkan yang mengatur
interaksi daging di dalam tubuh.

Sebagaimana ciri pengetahuan manusia umumnya yang hipotesis dan
spekulatif sifatnya, kecerdasan pengatur tubuh ini juga hipotesis dan
spekulatif. Masih dalam tanda tanya besar, apa dan siapa manusia
ketika siap-siap memasuki kandungan ibu? Biologi berusaha
menerangkannya dengan bertemunya sprema positif dan negatif sebagai
titik awal pertumbuhan. Dan masih bisa diperdebatkan, betulkah
kehidupan manusia dimulai ketika sperma positif bertemu negatif?
Kalau benar demikian, apa atau siapa kekuatan yang menentukan
pasangan sperma ini ketemu dan menjadi manusia, sedangkan jutaan
pasang lain tidak ketemu, atau ketemu tetapi tidak jadi manusia?
Sama spekulatif dan hipotesisnya, sejumlah penekun kearifan timur ada
yang berani berspekulasi: kehidupan mulai dari ketiadaan (baca: Tao
yang bisa dijelaskan bukanlah Tao), dan berakhir dengan ketiadaan
yang sama. Agak sulit menerangkan ketiadaan ini dalam bahasa
pengetahuan manusia.

Satu-satunya bahasa manusia yang agak bisa mendekatinya adalah
energi. Energi ini kemudian menyebar menjadi semacam kecerdasan yang
berumah di dalam tubuh manusia. Penggalian akan tubuh, sebagai pintu
pembuka pada penggalian-penggalian berikutnya, bisa banyak membantu
manusia tatkala sudah sampai pada tingkatan energi ini. Ada yang
menekuninya dengan fisika, ada juga yang menekuninya dengan meditasi.

Penggalian Pikiran

Penggalian kedua menuju penggalian hati adalah penggalian pikiran.
Serupa dengan tubuh, pikiran bisa jadi teman bisa juga jadi lawan.
Bagi manusia yang sudah sampai di tingkatan tubuh sebagai serangkaian
energi, tubuh jadi kawan. Dan yang masih didikte oleh dagingnya,
tubuh jadi lawan. Pikiran juga serupa, terlalu banyak manusia yang
dikuasai dan dikendalikan pikiran.
Seolah-olah tidak ada kecerdasan yang lebih tinggi dari pikiran.

Makanya ada yang menulis, evolusi manusia selanjutnya adalah menjadi
lebih besar dari pikiran. Penggalian akan pikiran lebih mudah
dilakukan oleh setiap sahabat yang berani lebih besar dari
pikirannya. Awalnya, belajar berjarak terhadap pilihan-pilihan
pikiran. Tatkala senang, berbisiklah ke diri sendiri: habis senang
sedih. Setelah berjarak dengan pikiran, kemudian belajar menjadi
saksi alias pengamat pikiran. Persis seperti menjadi penonton sepak
bola, ada jarak dengan permainan (baca: pikiran), bisa netral tanpa
memihak, dan semuanya (menang atau kalah sama saja) berlalu membawa
makna. Hanya mereka yang tekun jadi saksi, menyelami lapisan-lapisan
makna, kemudian berhasil menggali pikiran secara mengagumkan.

Bermodalkan pengetahuan tubuh sebagai energi, pikiran yang hanya
pembantu, baru kemudian perjalanan penggalian hati bisa dilaksanakan
secara memadai. Demikian beratnya syarat bisa melakukan penggalian
hati ini, sampai-sampai ada yang menyebut hati dengan sebutan the
beyond. Yang tidak terjangkau, itulah sebutan banyak sahabat terutama
yang masih diperkuda tubuh dan pikirannya.

Salah seorang yang sudah sampai di sini pernah menulis: giving
transforming having into being. Sedikit berpikir banyak memberi,
itulah nasihatnya. Terutama karena pemberian adalah bahasa hati.
Following your bliss, demikian nasihat sahabat yang lain. Mengikuti
suka cita yang mendalam sekaligus menggetarkan. Kemana suka cita ini
memberi petunjuk jalan, ke sanalah kaki dilangkahkan.

Paula M. Reeves yang menulis Heart Sense pernah menunjuk sebuah
tempat di mana hati bermukim: heart lives in a spiritual realm deeply
connected to caverns and chambers and labyrinths of which ego knows
nothing. Hati, setidaknya menurut Reeves yang menyebutnya dengan
indera yang ketujuh, bermukim di wilayah spiritual yang terhubung
dengan ruang-ruang, gua-gua yang tersusun membingungkan, di mana ego
tidak banyak bisa membantu.

Jauh dan melelahkan memang, melakukan penggalian hati. Ada yang
tertarik menggali di sana? ***

Oleh GEDE PRAMA

Read More..

Orientasi Tim

Orientasi Tim

  • Kesuksesan kita adalah bagian dari kesuksesan orang lain
  • Tak ada pekerjaan yang dapat kita lakukan sendirian
  • Saling memahami, menghargai, melengkapi dan komunikasi adalah kunci KEBERHASILAN TIM



Membangun Tim yang SOLID




J angan merasa lebih dibanding yang lain

A nggap rekan kerja sebagai saudara

M emahami kelebihan & kekurangan rekan kerja

A tasi masalah dengan musyawarah

A sah, Asih & Asuh untuk meningkatkan ke-akraban

H asil akan lebih baik dengan kerja-sama

Read More..

Orang Brengsek Guru Sejati

Orang Brengsek Guru Sejati
(Gde Prama)

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk
menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People.
Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya
mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera
mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka
menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat
manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya
menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah
manusia sulit.

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan
persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia
sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka - seperti keras kepala, menang sendiri,
dll ?
Dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit,
sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata
terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain.
Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun
kelihatan kotor.
Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau
bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda
pendapat sedikitpun jadi sulit.
Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah
membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam
keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke
dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.

Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru
kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit.
Terutama karena beberapa alasan.

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan
betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan
pendapat, ia mau menang sendiri.Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia
malah mencaci dan menghina orang lain.
Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin
diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu.

Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina
dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri
saya sekasar dia kelak.

Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi
inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah
merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang
sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama
ditarik melawan,namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan
demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik
nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini
(baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar
sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin
mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji,dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya
memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal.

Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya,
pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya
itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin
sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi
Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya.

Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin
oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin
jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh
purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita
menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita
memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi
menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina
orang lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif, manusia super sulit
sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Dimasa kecil,saya termasuk orang yang
dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari
kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu
orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya,
kalau berhasil membantu orang yangtadinya menghina kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya
menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita
berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau
harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?.

Read More..

Etos

Setiap awal bulan April di seluruh Jepang, diadakan serangkaian
seremonial penerimaan pekerja baru dan pelajar.

Bulan April adalah masa dimulainya tahun fiskal Jepang. Bersamaan
dengan mekarnya bunga-bunga sakura indah yang menari digoyang embusan
angin dingin ke seluruh penjuru Negeri Matahari Terbit.

April lalu di Kazumigaseki, pusat administrasi Jepang, Perdana
Menteri Koizumi berpidato menyambut para pegawai negeri dengan
antusiasme tinggi untuk menjalani masa pelatihan. Dalam pidatonya,
Koizumi mengobarkan semangat pengabdian tinggi kepada "pendatang
baru" itu sebagai anggota pemerintah yang akan bertanggung jawab
terhadap masa depan administrasi Jepang.

"Kalian menjadi pegawai negeri, (pelayan masyarakat, abdi negara),
meninggalkan semua keinginan dan hasratmu. Jangan sekali-kali
melupakan itu. Manakala Anda menemui masalah dalam waktu yang sulit,
jangan pernah melupakan bagaimana rasanya menjadi pemula. Jangan
menunggu yang lain memberimu instruksi, dan sebagai pelayan
masyarakat, ambillah inisiatif dengan penuh rasa tanggung jawab...."

Dia menceritakan pula pengalaman yang sulit itu ketika memulai
kariernya sebagai anggota parlemen. Ia mesti bekerja penuh saban hari
dan aktif ikut kegiatan kampanye melelahkan.

"Nyaris tiada waktu untuk istirahat," kata Koizumi dalam surat
elektronik berbahasa Inggris yang disebar ke seluruh dunia, termasuk
ke saya.

Diperlukan kesiapan fisik dan mental yang mantap. "Saya mengharapkan
masyarakat bekerja keras dengan sikap positif dan keyakinan dalam
nada dan antusiasme...," katanya.

Jumat lalu, sebuah penelitian menunjukkan betapa semakin banyak
pekerja yang direkrut perusahaan Jepang siap mengorbankan waktu
pacaran demi kerja. Itu sangat kontradiktif dengan asumsi selama ini
bahwa generasi muda Jepang kurang menyayangi, kurang mencintai,
kurang berdedikasi kepada "Japan Inc".

Jajak pendapat itu dilaksanakan Pusat Produktivitas Jepang untuk
Pembangunan Sosio-Ekonomi. Sekitar 80 persen pekerja yang baru saja
dipekerjakan musim semi ini mengatakan, mereka rela membatalkan
jadwal pacarannya jika diperintahkan untuk kerja lembur. Survei
serupa pada tahun 1991 hanya sekitar 60 persen.

Institut riset itu mengatakan, jajak pendapat tersebut menunjukkan
meningkatnya kekhawatiran akan keamanan kerja sejak runtuhnya ekonomi
pada awal 1990-an, yang menyebabkan perusahaan Jepang mengambil
langkah yang tidak terpikirkan sebelumnya, yakni pemutusan hubungan
kerja (PHK) secara massal.

Sementara orang mengatakan generasi baru berbeda dari generasi yang
lebih tua. Cinta dan dedikasi mereka kepada perusahaan tempatnya
bekerja tetap sama seperti pada senior mereka. Hasil survei juga
menunjukkan, para pekerja muda banyak memikirkan soal keamanan kerja
karena sebelumnya mereka melihat restrukturisasi di banyak perusahaan
di Jepang parah.

Di tengah kesulitan dan kenikmatan hidup, etos harus selalu ada dan
menyala. Ya, etos kerja yang baik dalam makna keikhlasan, ketulusan,
disiplin, inisiatif, tanggung jawab, dan antusiasme tinggi untuk
menggapai kemajuan dan keluar dari kesulitan. Moral cerita Jepang ini
baik sebagai pelajaran berharga bagi kita yang hidup di negeri yang
dilanda kesulitan hidup dan berbagai bencana. Tahu diri, sikap dasar
yang pas direnungkan. (kompas - Andi Suruji)

Read More..