Spiga

salamsuper
Showing posts with label spesial. Show all posts
Showing posts with label spesial. Show all posts

Kejutan Sang Pramisuri

Selasa, 22 July 2008, seperti biasa saya pulang kerja, sampai kerumah tepat adzan maghrib. Seperti biasa pula istri tercinta sedang berjibaku dengan rutinitasnya yaitu menyiapkan masakan untuk makan malam. Saya disambut dengan penuh hangat, setelah saya ucapkan salam, dia cium tangan saya, kemudian saya cium keningnya dan saya peluk penuh kehangatan, kelihatannya tidak ada yang istimewa har ini, karena rutinitas seperti ini tiap hari kami lakukan selepas saya pulang bekerja.

Selepas mandi dan sholat maghrib kami makan malam, sambil ngobrol apa yang telah dilakukan hari ini, dengan sesekali mengomentari serta mengambil hikmah dari acara yang tengah berlangsung di TV. Selesai makan malam dan sholat Isya, istri minta diantar untuk membeli camilan, katanya masih lapar, maklum hari itu istri shaum untuk mengganti sisa bocor bulan ramadhan tahun lalu yang belum sempat diganti. Setelah keliling-keliling sebentar, alhamdulillah kami pun mendapatkan camilan yang dicari.

Sekembalinya kerumah, saya melanjutkan sedikit pekerjaan yang tertunda dikantor, istri melanjutkan rutinitasnya yaitu beres2, dan menyiapkan pakaian kerja untuk saya kerja besok. Hari mulai malam, rasa kantuk juga sudah sangat berat menggelayut di mata saya, akhirnya saya minta izin istri untuk tidur lebih dulu. Tepat jam 12 malam saya terbangun, sebab ada sosok yang mencium kening saya, oooo..., ternyata istri tercinta, dengan senyum manisnya sambil berucap "Selamat Millad sayang". Saya sangat terharu, karena ternyata istri berusaha memberi kejutan istimewa pada millad saya ini, dia telah menyiapkan kue TART yang cantik yang dari aromanya saja sangat menggoda dan pasti rasanya sangat lezat sekali. Padahal saya saja hampir tidak ingat bahwa hari ini saya millad,. Subhanallah ternyata jatah umurku semakin berkuarang.

Saya sempat kaget, karena disamping saya tidak memberikan anggaran lebih bulan ini, kami pun tidak punya peralatan untuk membuat kue, ditambah yang saya tahu istri pun belum bisa membuat kue semacam ini. Ternyata jauh hari sebelumnya istri tercinta ini sudah menyisihkan dan menyimpan sisa uang belanja yang saya berikan, demi memberikan kejutan pada hari millad saya. Dan pada tanggal 22 Juli kemarin, istri meminjam peralatan untuk membuat kue, sekaligus minta diajarin cara membuatnya dari Ibu Erni(Tetangga kami yang baik) yang terkenal pandai membuat berbagai macam kue, istilahnya (one stop service :-)), dipinjamkan peralatan masaknya, diantar untuk membeli bahan-bahannya, dan dibantu serta diajarin cara membuatnya. Memang tetangga kami ini sangat baik dan dekat dengan istri saya, bukan hanya karena kami sama-sama berdarah sunda tetapi lebih dari itu kami sudah seperti saudara.

Kejutan dari istri kali ini cukup berhasil, disamping memberikan surprise, kue yang dibuatnya dalam kursus dadakannya pun sangat lezat. Dia berucap dengan lirih, "ini salah satu bukti cinta saya sama Aa" katanya, saya peluk dia dengan erat, sambil berucap dengan penuh haru, "Terimakasih sayang, tanpa ini juga Aa yakin 100% atas cintamu, Aa juga makin sayang sama kamu sayang."

Selesai kangen2an sama sang bidadariku yang cantik ini, kami melanjutkan dengan sedikit obrolan2 ringan, dan sedikit mengambil hikmah dari bertambahnya hitungan usia. Dengan bertambahnya hitungan usia secara otomatis jatah umur kita dari Allah swt pun semakin berkurang, dengan berkurangnya jatah usia yang diberikan, berarti semakin dekat pula malakal maut akan menjemput kita. Pertanyaannya adalah sudah cukupkah perbekalan kita ketika dijemput oleh sang malakal maut? inilah yang menjadi PR bersama kita, untuk istiqomah dan lebih semangat lagi, menambah pundi2 perbekalan kita berupa ibadah dan amal sholeh, demi perjalanan panjang nanti. Kamipun beristirahat untuk menyongsong hari esok nan cerah.

Read More..

Nikah…


Hmmm… bahasan ini merupakan salah satu bahasan favorit dalam beberapa kajian yang saya ikuti, dimana para jamaahnya kebanyakan para pemuda dan mahasiswa yang mayoritas belum pada menikah. Malah di Bandung ada seorang ustadz sangat digemari oleh kaum muda seangkatan saya waktu itu, karena seringnya membawakan materi pernikahan dalam berbagai kajian. Beliau terkenal dengan panggilan ustadz nikah, mudah-mudahan Allah memuliakan beliau.

Menikah…., setiap orang pasti sudah faham akan hal ini. Walaupun kadar pemahaman tiap orang akan berbeda-beda tergantung inputan yang mereka terma. Islam-pun sudah jauh hari mengatur akan hal ini, bahkan dalam Islam menikah merupakan bagian dari ibadah, dan juga bisa mendongkrak nilai ibadah yang lainnya. Dalam beberapa hadits tentang nikah nabi bersabda:
>>

"Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya" (HR. Bukhori-Muslim)

"Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)" (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)


"Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang" (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani)

Subhanallah…sungguh mulia Islam ini, yang telah mengatur segalanya demi kebaikan pemeluknya. Bahkan di hadits lain di terangkan bahwa menikah itu setengahnya Agama(Dien). Jadi kalau ingin meraih Dien yang kaffah, menikahlah, nanti tinggal bagaimana kita menyempurnakan yang setengahnya lagi. Hadits2 ini hanya sebagian kecil saja, masih banyak ayat al-qur’an dan hadits lain yang mebahas lebih gamblang akan hal ini.

Bagi yang masih ragu untuk menikah, karena masalah materi. Allah berjanji dalam al-qur’an:

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (An Nuur 32)

Inilah janji Allah, mustahil Allah mengingkari janjinya, kalau kita senantiasa mengikuti aturan yang telah di buat-Nya.

Pertanyaannya, mengapa saya menulis tentang nikah kali ini?
Ehem…., Karena sebentar lagi saya akan melaksanakan syariat islam ini. Walaupun sedikit terlambat dibandingkan teman-teman kuliah dulu, yang malah sekarang sudah banyak yang mempunyai momongan.

Waktu kuliah dulu saya mempunyai beberapa orang sahabat dekat, mayoritas dari mereka saat ini sudah menjalankan syariat Islam ini. Tahun 2007 ini yang tersisa tinggal 3 orang Saya, Zibank dan Agien. Saya tidak mau di tahun 2007 ini, sekaligus bulan dzulhijjah 1428H sebagai akhir tahun Islam, melewatkannnya dengan kesendirian. Yup… Insya Allah 29 Desember 2007/ 20 Dzulhijjah 1428H petualangan ini akan dikahiri dengan sebuah Walimatul ‘Ursy. Ayo Zibank, Agin dan yang lainnya yang maish senasib kalianpun pasti bisa.

Read More..

Selamat Milad…..

Pagi menjelang subuh, 23 Juli 2007, sepertinya tidak ada yang istimewa dalam hidup ini, kecuali bangun agak kesiangan, karena mungkin siang kemarin terlalu capek dan malam kemarinnya tidur agak larut malam. Entah kenapa weker yang sudah diset juga ikut ikutan tidak bunyi. Hari ini hari senin, masih ada sekitar 10 menit lagi untuk sekedar minum dan makan kue kecil, mudah-mudahan bisa kuat untuk shaum hari ini, walaupun tanpa makan sahur :).

Ada sebuah pesan singkat yang parkir di ponsel, dikirim oleh seseorang, dia mengucapkan selamat milad/ultah. Hiks...rupanya hari ini ada yang bermilad. Subhanalloh sampai lupa, saking betahnya hidup di dunia ini. Maklum seumur hidup ini belum pernah ngerayain yang namanya ulang tahun. Paling juga kalau ditodong teman-teman kantor untuk traktir makan, itupun kalau pas ultah-nya jatuh pada hari kerja.

Sempat termenung, sudah barang tentu umur ini bertambah dalam jumlah, tapi berkurang dalam jatah. Terpikir masih banyak resolusi hidup yang belum tercapai, kwalitas keilmuan yang masih dangkal, kwalitas iman yang masih lemah, kwalitas ibadah yang masih payah, dosa-pun terus bertambah dll.

Deeeh… sedihnya kalau mengingat pencapaian hidup selama ini yang belum bisa dioptimalkan. Tapi sudah lah...toh terlalu dipikirkan juga tidak akan merubah keadaan, waktu yang sudah berlalu tidak akan kembali walaupun barang sedetik. Yang penting hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini. Teringat kata-kata yang sering dilontarkan seorang traineer ketika ikut pada sebuah pelatihan motivasi, “kalau bisa nomor satu kenapa harus nomor dua?, kalau bisa 100 kenapa harus 99?”. Ini terkadang yang sering kita lupa, terlalu cepat puas dengan pencapaian saat ini, padahal potensi yang kita miliki jauh lebih dahsyat dari yang apa kita duga. Dan bukankah hidup ini adalah sebuah pilihan?

"Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa"

Dan sudah diilhamkan di hati kita untuk mau berbuat memilih, mana jalan kebajikan, mana jalan keburukan (QS Asy Syams 91:8)

Read More..