Spiga

salamsuper
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

Punclut……


Begitu mendengar kata punclut yang terbayang langsung salah satu puncak ketinggian di kota Bandung. Saya sendiri sudah cukup lama mendengar keelokan tempat ini, tempat dimana bisa melihat view-nya kota Bandung dari dataran tinggi. Tempat dimana menjadi pusat tujuan orang-orang Bandung dan sekitarnya terutama pada saat minggu pagi atau hari libur. Tempat ini juga sekarang mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota Bandung, menjadi daerah yang dilindungi dari mewabahnya bangunan-bangunan dan villa.


Pernah cukup lama tinggal di Bandung, tetapi baru minggu, 20 Januari 2008 ini kesampaian pergi kesana. Minggu pagi ini rencananya, saya dan istri mau berjalan-jalan ke Tegalega, salah satu pusat orang berkumpul pada minggu pagi di kota Bandung selain Gashibu dan Punclut. Tetapi sesat sebelum berangkat istri malah berujar “ bagaimana kalau kita ke punclut saja”. Wah… benar juga pikir saya, saya juga penasaran pergi kesana, terutama dengan jajanannya yang terkenal dengan nasi timbel merahnya itu. Saya pun menyiapkan motor untuk pergi kesana, sebab kalau ke Tegalega jarak tempuh dari rumah hanya beberapa ratus meter saja, cukup dengan jalan kaki. Tetapi untuk pergi ke Punclut yang jaraknya mencapai kurang lebih 10KM lsepertinya lebih nyaman pakai motor.

>> Sampai di Punclut sudah cukup ramai, karena kami datang agak siang. Motor di parkir di bawah. Setelah itu kami menikmati jalanan yang cukup menanjak dengan berjalan kaki. Seperti halnya di Gasibu dan Tegalega, tempat ini juga dipenuhi dengan penjual berbagai macam jajanan, dari mulai kopi, mie rebus, es krim, baso, sampai berbagai macam sayuran dan pakaian jadi, bahkan ada juga dealer motor yang nongkrongin jualannya disini. Tempat ini layaknya pasar dadakan, transaksi disinipun cukup tinggi.

Sebelum mengawali pendakian ke puncak Punclut, kami pun terlebih dahulu mengisi perut kami dengan semangkok mie kocok di kaki puncak Punclut. Hmmm…cukup lezat walaupun tidak selezat mie kocok-nya jalan sunda yang terkenal itu. Kami memesannya hanya dengan campuran toge tanpa mie (cukup unik makan mie kocok tanpa mie :-D). Karena konon katanya toge(tauge) mempunyai banyak kandungan zat positif dibanding mie, terutama untuk kwalitas sperma(maklum pengantin baru he..he..).

Setelah kenyang dengan semangkuk mie kocok (sebetulnya belum kenyang banget karena sebagian perut diperuntukan buat nasi merah nanti) , saya dan istri pun melanjutkan pendakian ke puncak Punclut. Saya perhatikan dari kaki sampai puncak kiri-kanan jalan dipenuhi dengan pasar tumpah dadakan, seakan tak ada tempat yang tersisakan. Tanjakan demi tanjakan kami lalui, dan akhirnya kamipun sampai ke puncak paling tinggi dari bukit punclut ini.

Di puncak Punclut para pedagang tidak begitu banyak, karena orang yang sampai ke puncak ini juga kalau saya perhatikan hanya kurang dari setengah pengunjung punclut, selebihnya mungkin kecapean menempuh jalan yang nanjak abis…Subhananllah dari puncak punclut kami pun dapat menyaksikan keindahan panorama kota Bandung, yang seperti cekungan. Berbagai bangunan penting yang mencolok pun tampak terlihat dengan jelas. Dari mulai Menara Masjid Agung, PT INTI, bangunan-bagungan Hotel sampai cerobong pabrik cokelat Ceres pun terlihat dengan jelas.

Cukup lama, saya dan istri menikmati puncak bukit punclut nan indah ini. Setelah matahari mulai meninggi, dan memberikan teriknya yang cukup panas, kamipun bersiap-siap untuk pulang. Wow.. ada tukang es krim disini, kami tidak bisa menahan diri untuk tidak mencicipinya, hmmm…segar sekali. Setelah beberapa puluh meter menuruni bukit ini, kami pun tidak kuat untuk tidak mencoba santapan nasi timbel merah, yang berjejer di kiri kanan jalan yang kami lalaui. Seketika itu juga kami mampir di salah satu kedai, memesan dan kemudian menikmati nasi timbel merah ditemani dengan ayam bakar, cumi goreng, pete bakar, pepes tahu, kerupuk, sambal kacang dan lalapan. Subhanallah…luar biasa nikmatnya, walaupun sesekali kenikmatan kami terganggu dengan beberapa pengamen yang datang.


Setelah perut kami terpenuhi dengan nikmatnya timbel nasi merah, perjalanan kembalipun kami lanjutkan. Di jalan istri membeli 2 kaos dalam, sebagai pengganti yang dirumah yang sudah lusuh, dan sering saya ledekin, dia juga membelikan saya sebuah celana trening, katanya biar saya jalan pagi seperti ini, gak pakai celana katun lagi. Kami juga membeli makanan yang kaya protein, yaitu kerang hijau, tau sendiri lah, pengantin baru harus banyak mengkonsumsi makanan berprotein tinggi :). Sebagai oleh-oleh buat yang dirumah, kami memilih rambutan, kebetulan saat ini lagi musim rambutan.

Belanjaan sudah lengkap, perut sudah terisi penuh, dan waktunya untuk pulang. Tetapi sampai ti tempat parkir, aroma segarnya air jeruk yang dicampur dengan kelapa muda (istilah inggris-nya saya lupa) menggoda saya. Kami memesannya 1 gelas ukuran besar, untuk dinikmati ber-2. Setelah terpuaskan, kami-pun langsung pulang, dan BBS (Bobo2 Siang) menjelang dhuhur tentunya :-D.

Read More..

Kunjungan Balik ++

Sudah menjadi adat dan kebiasaan, apabila seorang pemuda menikahi seorang gadis yang berlainan kota, pihak keluarga si gadis penasaran juga ingin mengunjuangi tempat kelahiran dan keluarga sang pemuda. Kalau pada hari H pernikahan, sang pemuda membawa pasukan sebagai pengantarnya. Maka pada hari berikutnya atau di hari yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak, keluarga dari sang gadis yang sekarang sudah resmi menjadi seorang istri, balas bertandang ke tempat keluarga sang pemuda yang kini telah menjadi seorang suami.

Begitulah yang terjadi pada saya saat ini. Mertua saya sepertinya sudah semangat 45 ingin mengunjugi tempat keluarga saya di Tasikmalaya. Apalagi setelah saya cerita, disana ada sebuah empang, dulu teman2 sering mancing disana dan bakar Ikan Gurame. Wah..tambah semangat saja mertua yang hobi mancing ini, sampai-sampai beliau mendadak membeli pancingan baru :-).
>>
Melihat tanggalan kamis, 10 Januari 2008 adalah tanggal merah 1 Muharam 1428 H. Sesuai ketetapan pemerintah, karena kejepit biasanya hari kerja berikutnya diambil cuti bersama. Maka mertua mengusulkan kunjungan plus mancing bareng hari kamis, saya pun langsung mengiyakan, sebab kemungikan jum'at-nya di liburkan. So, planing pun di buat, Rabu sore cabut dari kantor Jakarta menuju rumah mertua sekaligus tempat dimana istri dititipkan sementara di Bandung. Kamis pagi berangkat ke Tasik beserta rombongan, ramah tamah, mancing, bakar ikan. Rombongan balik ke Bandung kecuali saya, yang masih ada urusan untuk bayar Pajak STNK yang sebentar lagi habis.

Tapi rencana tinggal rencana, rabu sore ada e-mail masuk dari HRD bahwa “Untuk memberikan kebebasan pengambilan cuti, jum'at 11 Januari 2008, tidak ada cuti bersama”, hah... saya agak sedikit tersentak, mau mebatalkan rencana sangat tidak mungkin, karena mertua dan keluarga di Bandung sudah persiapan dengan semangat 45-nya. Mau ngambil cuti juga tidak akan bisa lagi, karena jatah cuti saya sudah habis. Tetapi “the show must go on” akhirnya planing sedikit berubah. Planing awal mulai keberangkatan sampai acara di Tasik tidak ada yang berubah. Tetapi saya akhirnya harus rela naik motor PP dengan istri, karena mobil yang ditumpangi walaupun ukurannya sudah cukup besar, sangat penuh, dikarenakan banyak tetangga yang ikut, apalagi mendengar ada acara mancing dan Bakar Gurame, para maniak mancing sepertinya tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut. Rombongan yang semula saya perkirakan hanya sekitar 10 orang saja, tiba-tiba membludak jadi lebih dari 20 orang.

Alhamdulillah di jalan kami tidak mendapatkan rintangan yang berarti, hanya jalan yang berkelok-kelok saja, khas jalur selatan. Berangkat jam 08.00 dari Bandung, saya dan istri yang menggunakan motor terlebih dahulu sampai ketujuan kurang lebih jam 10.00. Selang setengah jam kemudian rombongan yang menggunakan mobil datang. Wuih...Ada acara sawearan segala, ibu sudah mempersiapkannya di sana, bukan apa-apa katanya, itung-itung shodaqoh sama anak-anak tetangga, walaupun nilainya tidak seberapa. Saya lihat mereka sangat senang memunguti uang logam pecahan Rp 500-an campur permen yang di lempar-lemparkan oleh kakak. Ada sedikit sambutan juga dari ustadz Agus, sebagai perwakilan keluarga di Tasik sekaligus berkah do'a-nya bagi kami.

Selesai acara penyambutan, kamipun terpaksa tidak bisa menyia-nyiakan hidangan yang sudah tersedia. Hidangannya masakan desa, plus gurame bakar. Dua ekor gurame bakar ukuran besar dengan sekejap hanya tinggal tersisa durinya saja, kelapa muda-pun langsung disikat habis oleh rombongan, sampai-sampai kakak harus menambah stock persediaan kelapa muda.

Selesai urusan perut, kaum Bapak langsung menuju empang yang letaknya persis dibelakang rumah ibu. Acara mancing pun menjadi acara yang mengasyikan bagi para maniak mancing ini. Mereka pun sudah mempersiapkan alat pancing,umpan dan jaring ikan dengan lengkap. Bagi mereka yang kebetulan tidak membawa pancing, paman sudah mempersiapkannya, jadi mereka bisa juga ikutan memancing. Acara mancing tambah seru ketika ikan besar melahap umpan sebagian peserta. Sedikit persaingan dan ejek-ejekan antara mereka pun makin menghangatkan suasana. Sementara kaum Bapak memancing, kaum Ibu biasa melahap cemilan sambil ngobrol ngalor-ngidul.

Bagi mereka yang penasaran untuk membakar hasil pancingannya sendiri, kakak sudah mempersiapkan peralatan pembakaran ikan. Alhasil gurame hasil pancingan pun menjadi sasaran percobaan. Hasilnya langsung dimakan rame-rame, hmmm....nikmat benar menyantap bakar gurame dalam keadaan panas.

Walaupun kaum Bapak masih asyik dengan pancingannya, pukul 16.00 acara harus dihentikan, karena kami tidak ingin kemalaman dijalan, apalagi saya dan istri yang harus menggunakakan motor. Setelah beres-beres kamipun langsung meluncur menuju Bandung, seperti sebelumnya saya dan istri sampai duluan di Bandung, persis pas adzan maghrib. Saya pun langsung sholat dan istirahat, karena besok pagi harus kembali ke Jakarta untuk kembali bekerja. Saya bilang sama istri kemungkinan jum'at ini tidak pulang ke Bandung karena kamisnya sudah pulang. Tapi melihat matanya yang sembab penuh kecewa, dan hanya sepotong kalimat yang terucap “Masa sih aa tega sama aku”, saya pun menjadi tidak tega melihatnya. Mau tidak mau jum'at itu saya harus PP Bandung-Jakarta. Wuih... capeknya, tapi semua itu sirna karena disambut dengan muka ceria sang istri tercinta :-).

Read More..

Wisata Rohani: Masjid Kubah Emas

Alhamdulillah, setelah membaca beberapa ulasan, baik di internet mupun media lainya, serta melihat beberapa tanyangan di tv. Akhirnya rasa kepenasaran untuk melihat-lihat secara langsung terbayar juga. Yah..Sabtu, 20 Oktober 2007, akhirnya saya bisa melihat secara langsung ke Masjid Kubah Emas yang sangat fenomenal itu. Janjian dengan Zibank di jalan Tanjung Barat Baru, kami langsung meluncur ke TKP.

Subhanaallah, memang benar Masjid ini sangat megah. Dengan luas tanah 70 Hektar-an, sekelilingnya dipagar tembok setinggi kurang lebih 2 m. Pintu gerbangnya mengingatkan saya pada sebuah film, yang mengisahkan petarung hebat dari negeri pizza Itali, yaitu Gladiator. Selesai parkir kendaraan, saya dan zibank pun secara bergantian berpose dengan latar masjid megah ini :-D. Maklum masih liburan pengunjung disana sangat ramai, tetapi lumayan tertib, karena petugas disana cukup sigap mengatur pengunjung yang bejubel. Pedagang makanan dilarang masuk ke area mesjid. Bagi pengunjung yang membawa makanan, tidak diperkenankan makan disembarang tempat. Tempat makan sudah disediakan khusus, yaitu sebuah Aula yang cukup besar. Bagi pengunjung wanita yang ingin memasuki area masjid, diwajibkan mengenakan pakaian pakaian yang sopan, jika tidak, maka petugas disana akan mengusirnya. Satu hal kekurangannya menurut saya, jarak batas suci dengan tempat wudhu lumayan jauh, sehingga telapak kaki hampir melepuh ditengah terik matahari.


>>
Areal masjid yang luas ini dikelilingi dengan taman nan hijau, yang ditumbuhi berbagai macam bunga dan pohon buah-buahan. Tidak jauh dari lokasi masjid ada beberapa bangunan penunjang lainnya, yaitu ruang serbaguna, villa, dapur umum serta rumah tinggal, yang kalau menurut saya bukan mirip rumah lagi, tapi lebih mendekati istana .


Untuk lebih jelasnya tentang kemegahan masjid ini, saya kutip dari beberapa buletin yang diteribitkan pihak yayasan disana sebagai berikut:


Awalnya….

Sebuah impian tentang mesjid yang indah dan megah.
Oh, Yaa Rabbi pemilik keindahan dan kemegahan.
Izinkan aku sujud dalam keagungan-Mu
Khusu dalam keheningan spiritual
Hanyut dalam keindahan Islam
Mudah-mudahan ini adalah pertemuan yang diridhai Allah SWT

Sebuah gagasan tercetus
Dengan mengharap ridha Allah SWT, tercetus gagasan untuk mendirikan sebuah mesjid yang megah dan indah, yang dapat menjadi symbol keaguangan islam. Kemegahan dapat menghantarkan perasaan, mengerakan jiwa, menggenapkan niat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Keindahannya dapat mengingatkan kita pada Sang Pencipta. Di masjid ini, kami bertasbih memuliakan dan menyebut nama-Nya.

Terlahir Konsep
Memiliki masjid yang berciri arsitektur yang kuat, dan memadukan skalanya yang besar dengan ornament yang detail mencerminkan kemegahan dan keindahan yang hadir bagi diri setiap insan.

Masjid Dian Al Mahri ini didirikan pada tanggal 31 Desember 2006 bertepatan dengan pelaksanaan sholat Idul Adha 1427 H oleh pendiri Masjid Dian Al Mahri, Ibu Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid dan Bapak Drs H. Maimun Al Rasyid. Masjid yang dikenal dengan Masjid Kubah Emas ini terletak dikelurahan Meruyung-kecamatan Limo-kota Depok. Sesuai dengan namanya dimana masyarakt menyebutnya dengan nama Masjid Kubah Emas, masjid ini memang menggunakan material emas denga tiga teknik pemasangan, yang pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di mahkota pilar /tiang capital, yang kedua, gold plating yang terdapat pada lampu gantung, railing tangga mezanin, pagar mezanin,ornament kaligrafi tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornament dekoratif diatas mimbar mihrab, yang ketiga gold mozaik solid yang terdapat di kubah utama dan kubah menara.

Masjid seluas 8000 m2 ini berdiri diatas lahan seluas 70 hektar. Masjid ini merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan setiap insan umat islam akan sarana ibadah, dakwah, pendidikan dan sosial yang menyatu dalam ruanglingkup kawasan Islamic Center Dian Al Mahri, Ibu Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid dan Bapak Drs H. Maimun Al Rasyid. Masjid yang terbagi atas ruang utama masjid, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar dan ruang fungsional lainnya, mampu menampung 15.000 jamah untuk pelaksanaan sholat dan untuk pelaksanaan majlis taklim mampu menampung 20.000 jamah.

Arsitektur
Secara umum arsitekturnya mengikuti tipologi arsitektur masjid dengan ciri kubah, minaret, halaman dalam, serta pengunaan detail atau hiasan-hiasan dekoratif dengan elemn geometris dan obelisk untuk memperkuat ciri ke-Islaman pada arsitekturnya. Ciri lainnya yaitu berupa gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamennya. Beberapa bagian dari bangunan masjid yang berkarakter ciri ke-Islaman :

a. Halaman Dalam : 45x57 m, mampu menampung 8000 jamaah. Salah satu sisinya terhubung dengan ruang sholat, sedang tiga sisi lainnya terhubung dengan selasar dengan deretan pilar-pilar berbalut batu granit dari brasil. Pilar-pilar tersebut membentuk deretan arcade yang seolah menjadi pembatas dari halaman dalam ini.
b. Minaret : enam minaret berbentuk segienam berjumlah 6 melambangkan rukun iman, menjulang keangkasa setinggi 40 m. Keenam minaret dibalut granit abu-abu dari itali dengan ornament yang melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.
c. Kubah : Mengacu pada kubah yang banyak digunakan di masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah ini melambangkan rukun Islam. Seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya didatangkan dari Italia.

Kaligrafi
Kaligrafi di masjid ini bergaya tsulutsy tersebar di sekeliling ruang sholat. Kaligrafi ini ditulis dengan batu marmer hitam yang diselipkan kedalam marmer putih sebagai dasar dengan menggunakan teknik “waterjet”. Penulisannya dikerjakan oleh seorang ahli khat negeri ini, yang pernah menuliskan “mashab Istiqlal” pada tahun 1994. Pada dinding ruang sholat, terdapat surat Al-mu’minuun ayat 1-11. Kemudian surat Thaha ayat 14 ditempatkan di portal mihrab. Sedangkan sepanjang dinding sisi utara dan selatan terpampang kalimat Syahadat yang berulang-ulang memenuhi setiap segmen fasadnya. Di portal pintu masuk sisi utara dan selatan do’a I’tikaf dan di pintu utama tertulis do’a memasuki masjid.

Langit-langit Kubah
Sebagai representasi langit. pada langit-langit kubah terdapat lukisan langit, yang waqrnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit pada waktu-waktu sholat. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan teknologi computer. Pada dasar kubah terdapat cincin yang diberi akses warna emas, seolah menjadi batas cakrawala. Diatasnya terdapat 33 jendela yang masing-masing diisi dengan 3 nama Allah SWT dengan bentuk kaligrafi, sehingga jumlahnya menjadi 99. Pada puncak langit-langit kubah terdapat ornament kaligrafi berupa sholawat yang terbuat dari lempeng kuningan berlapis emas, seolah sedang terbang ke langit. Selain itu, ditengah kubah tergantung lampu kristal yang serupa dengan yang tergantung di Masjid Sultan Oman. Berat lampu kristal 2,7 Ton dengan rangka terbuat dari kuningan yang berlapis emas 24 karat.

Mihrab
Mihrab adalah ruangan yang menjorok kedalam, pada dinding bagian masjid, yang menunjukan arah kiblat, dan sekaligus sebagai tempat bagi seorang imam saat memimpin sholat. Mihrab ini hadir dengan empat pilar berbalut batu granit porto rose dari Afrika. Selain yang menyangga portal diatasnya yang menjadi mahkota mihrab, dengan hiasan kaligrafi dari surat Thaha ayat 14, serta obelisk yang terbuat dari kuningan yang berlapis emas. Langit-langitnya adalah setengah kubah yang melambangkan jagat raya tempat seluruh ciptaanNya berada.

Interior
Bagian dalam dari masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh, yang menjulang keatas guna menciptakan skala ruang yang agung. Mereka yang berada didalamnya, akan merasa kecil, sehingga membangkitkan suasana tawadlu dalam keagungan-Nya. Ruangan masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruangan yang tenang dan hangat. Materialnya adalah marmer yang kebanyakan didatangkan dari Italia dan Turki. Sedangkan ornamennya menggunakan marmer berwarna hitam untuk mendapatkan usnur sacral, serta warna emas untuk keindahan dan kekuatan.


Mejeng juga akhirnya he..he..

Eksterior
Lingkungan masjid Dian Al Mahri, didisain dengan menciptakan skala ruang hadirnya kesejukan dan keteduhan bagi setiap muslim yang beribadah. Taman-taman masjid yang mengitari seluruh bagian masjid membentuk cluster-cluster untuk menciptakan suasana yang berbeda disetiap sudut pandangnya. Suasana lingkungan tropis dan konsep penataan taman, yang mencerminkan konsep taman modern dengan deretan pot pot yang membentuk deretan arcade, menambah suasana keagungan dari bangunan masjid. Perpaduan tipologi arsitektur masjid dengan ciri keIslaman yang sangat kuat, dengan suasana lingkungan masjid, akan semakin menghantarkan perasaan setiap orang, untuk menggerakan jiwanya dan membulatkan niatnya, bagi peningkatan keimanan dan ketakwaan. Keindahannya mengingatkan kita kepada kebesaran Sang Pencipta.

Read More..

Serba serbi di Negeri Singa.


Suatu ketika kami dan teman-teman dari Indonesia, jalan-jalan ke Little India atau yang akrab dikenal dengan sebutan Mustafa. Mustafa adalah suatu komplek yang diisi oleh mayoritas orang etnis India, disana dijual souvenir2 yang sangat menarik, tidak hanya yang berciri khas india saja, tapi berbagai macam souvenir dan cendera mata yang berbau singapore lainnya juga dijual disini. Memang sih kalau saya bandingkan dengan barang-barang ditempat lain, disini kwalitasnya sedikit lebih bagus, dan harganyapun relatif lebih murah. Itu sebabnya kami sangat penasaran mengunjungi pusat pembelanjaan cendera mata yang satu ini.


Sholat Isya di waktu maghrib


Dari tempat bekerja, kami berangkat kurang lebih pukul 17.00, waktu perjalanan by taksi kurang lebih 30 menit. Kami semuanya ada 7 orang, jadi kami bagi rombongan menjadi dua taksi. Sesampainya di Mustafa kami semua berpencar, maklum bagi orang Indonesia yang sangat hoby berbelanja oleh2 dengan budget terbatas, tempat ini menjadi pilihan uatama :-). Saya pun hanya tinggal berdua dengan teman saya Deny, yang lainnya entah kemana.

Jam sudah menunjukan pukul 19.30, saya pun mengajak Deny untuk sholat di mesjid yang tempatnya tidak jauh dari pusat perbelanjaan. Kami pun menuju mesjid, rupanya disana sholat jamaah sudah selesai. Yang belum sholat disana tinggal saya, Deny dan satu orang India. Karena tidak mau dijadikan imam Deny qomat duluan, tidak tahunya si India juga rupanya tidak mau jadi imam, dia juga malah qomat juga, jadi ada dua orang yang qomat waktu itu:-D. Maka akhirnya mau tidak mau saya harus jadi imam bagi mereka berdua. Karena jam di mesjid menunjukan jam 19.30-an, saya berasa di Indonesia jam segitu adalah waktunya sholat isya. Saya-pun niat sholat isya, dan nanti berniat menjamak takhir sholat maghrib. Dibelakang ternyata banyak yang bermasbuk berjamaah, sehingga shaf-pun menjadi penuh. Selesai rokaat ketiga, saya mau melanjutkan ke rakaat ke-4, tetapi dengan serempak semua makmum mengucapkan subhanalloh, mengoreksi tandanya ada yang salah, dan semuanya dalam posisi duduk tahiyat akhir. Saya pun kembali pada posisi duduk, kemudian duduk tahiyat akhir. Selesai salam saya bilang sama Deny, den bukannya kita tadi sholat isya?, kok pas mau rakaat ke-4 kalian malah mengoreksi saya. Deny malah senyum, ini waktu singapore man, mungkin kalo di Indonesia jam segini waktu Isya, tapi kalau disini masih waktu maghrib, makanya begitu kamu tambah rakaat ke-4, kita semua ya ngucapin subhanalloh. Oo.. iya saya baru sadar, waktu singapore dan Indonesia selisih satu jam, akhirnya saya sendiri mengulang sholatnya deh, karena tadi niatnya sholat isya he..he..


Taksi Gelap dan Antri Naik Taksi


Kebiasaan di Indonesia budaya antri itu jarang dipakai. Rupanya kalau di negeri Singa ini tidak hanya di kassa swalayan saja yang harus antri, tetapi nyetop taksi di tempat umum dan pusat2 perbelanjaan pun harus antri.

Singkat cerita setelah kami muter2 Mustafa, dan semua orang dari kami sudah berkumpul, walaupun dengan susah payah saling menunggu. Jam sudah menunjukan pukul 22.00, kendaraan umum lainnya pun sudah hampir tidak ada. Satu-satu nya angkutan umum yang masih berkeliaran adalah taksi, itupun sudah jarang2. Kami beberapa kali memberhentikan taksi, tapi tidak ada yang mau berhenti, sekalipun ada yang mau berhenti dia tiak mau pakai argo, maunya borongan, seperti beberapa taksi gelap di Indonesia. Tak tanggung2 Mustafa-Orchad dia mematok harga 50$, sangat jauh dengan tarif argo waktu berangkat yang tidak mencapai 10$. Ya.. kami pun tidak mau, deee..h ternyata memang benar nobody perfect, gak di Indonesia gak di Singapore kalau yang namanya oknum dan mapia mah tetep aja ada :-P. Kami coba memberhentikan taksi yang lainnya, tapi tidak ada yang mau berhenti. Sampai kami diberitahu oleh salah seorang keturunan India yang fasih berbahasa melayu, dia memberitahu bahwa kalau taksi resmi tidak akan mau berhenti di tempat sembarangan, sambil dia meunjukan semacam halte untuk menunggu taksi. Kami-pun menuju kesana, dan ternyata disana sudah banyak calon penumpang lainnya yang sedang menunggu giliran naik taksi. Dan jangan salah disana pun sistimnya FIFO (First In First Out), jangan harap taksi akan mau narik, kalau kita tidak anti di tempat antrian khusus yang sudah desain dari besi. mirip seperti antrian tiket masuk stadion lapangan bola.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya kami dapat giliran juga naik taksi, kami minta diturunkan di Lucky Plaza, karena kami sudah kangen masakan Indonesia. Seperti diketahui disana terdapat banyak makanan khas Indoensia, ada kedai Ojolali dengan gado2 dan sop buntut-nya ada juga Warung Pojok yang pada waktu itu baru buka, menu khas indonesianya lumayan lengkap dari mulai soto,sop,nasi timbel, gurame goreng dll. Kalau disini sudah tutup di food court lantai dasar juga ada nasi padang, walaupun sedikit aneh rasanya. Disebut aneh karena biasanya masakan padang itu terkenal dengan pedasnya, tapi kalau padang disini rasanya sedikit manis, mungkin karena cabe mahal kali yak.. :-D.

Kelompok kami cukup beruntung mendapatkan taksi normal dan tidak bermasalah, malahan si sopir taksinyapun mencarikan jalan yang cukup dekat tanpa muter2. Mustafa-Lucky Plaza hanya ditempuh kurang lebih 15 menit dengan ongkos argo hanya 5$. lain halnya dengan kelompok Aris yang mendapatkan taksi gelap, dia diturunkan ditempat agak gelap, ongkosnya kena 10$, Aris memberikan uang 50$, dikembalian 40$, dan tidak diberikan receive, (inilah kelebihan taksi singapore dia ada bill-nya, yang memuat perusahaan taksi, nomor kendaraan, jarak tempuh, dan biaya yang harus dibayar). Dan sialnya lagi kembalian yang diberikan si sopir taksi itu, bukan 40$, melainkan 40RM (Ringgit Malaysia). Selisihnya saja sudah jauh berbeda 1$=Rp 6.000 sementara 1RM=Rp 2.500. Paginya kami ngobrol2 dengan petugas Hotel, memang kalau malam hari katanya, banyak taksi dan sopir taksi gelap dari Malaysia katanya. Yah... memang orang gak di negara maju gak di negara berkembang, kalau yang namanya kejahatan mah tetep aja ada dan perlu di waspadai, untuk itu ingat pesan bang napi WASPADALAH.... WASPADALAH....

Read More..

Uniquely Singapore III: Surga Belanja


Bila surga berisi segala hal yang diinginkan seseorang dalam keabadian, maka Singapura adalah surga benda-benda tempat para pembelanja yang memanjakan dirinya.

Banyak orang mengenal Kota Singa ini sebagai tempat yang bersih dan hijau. Namun Singapura juga digemari sebagai surga belanja dengan berbagai pilihan merek internasional dan local, barang berkwalitas dan pelayanan yang efisien. Bahkan penggila belanja yang lelah pun akan terpesona dengan beraneka pilihan retail dari sejumlah pusat belanja di tengah kota sepanjan ORCHAD ROAD dan MARINA BAY, yang menawarkan produk fashion, elektronik, atau perhiasan dan jam tangan terbaru.

Pusat perbelanjaan utama seperti NGEE ANN CITY, WISMA ATRIA, TANGS, ISETAN ORCHAD dan PARAGON terletak saling berdekatan di ORCHAD ROAD dan sebagian diantaranya dihubungkan dengan lorong bawah tanah ber-AC. Sementara RAFFLES CITY SHOPING CENTRE, MARINA SQUARE dan SUNTEC CITY MALL, satu sama lain hanya berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki di daerah MARINA BAY.

FASHION SAVVY
Mungkin sepanjang tahun adalah musim panas, namun hal ini tidak membatasi dunia fashion disini. Untuk penggemar merek, anda dapat menemukan nama-nama besar seperti Louis Vuitton, Hugo Boss, Chanel, Fendi, Celine, Tods, Kate Spade, Hermes dan Jimmy Choo di NGEE ANN CITY, A/X Armani Exchange, Gucci, Prada, Miu Miu, Burberry, Salvatore Ferragamo dan Yves Saint Laurent di PARAGON dan Lanvin, Paul & joe, Miss Sixty dan lainnya di WISMA ATRIA.

Surga belanja desainer lainnya menunggu anda di Hilton shooping gallery. Di mana lagi anda dapat menemukan merek berkelas dan mutakhir seperti Mulberry, Marni, Balenciaga, Jil Sander, Issey Miyake, Giorgion Armani, Emporio Armani, Donna Karan, Paul Smith, Blumarine, Moschino dan lainnya dalam satu tempat?

Di FORUM THE SOPPING MALL, Anda dapat menemukan Blackjack, MaxMara, Dolce&Gabana, Diessel, CK Calvin Klein, dan Betula untuk koleksiterbaru dari catwalk. Sementara di RAFLES CITY SHOPPING CENTRE, terdapat Agnes b., Island Shop, Tommy Hilfiger, Calvin Klein dan Furla.

TECH TIMES
Belilah elektronik terbaru di CLUB 21 iSHOP yang sangat keren, toko Apple terbesar di Asia, SIM LIM SQUARE yang simple dan nyaman, dan FUNAN DIGITAL MALL sesuai selogan-nya tanpa basa-basi .

Merek yang patut dicari termasuk Samsung, Apple, Sony dan Creative bila anda menginginkan mp3 players yang penampilan dan fungsinya sama-sama oke punya. Untuk kamera dan kamera video, merek bereputasi baik termasuk Casio, Canon, Nikon, Fujifilm,Kodak dan Panasonic. Jika anda selalu bepergian saat bekerja, laptop sekelas Fujitsu,HP,Acer dan yang sejenis, layak menjadi pilihan anda. Merek ponsel keren termasuk Nokia, Motorola, Sony Ericsson, Philips, dan LG. Tidak lupa ponsel pintar untuk para profesional yang sibuk, Dopop, Palm dan O2 memungkinkan anda membuat keputusan bisnis dengan cepat dimanapun anda berada.

Dengan berbagai pilihan yang tersedia untuk ditambahkan dalam daftar belanjaan anda. Singapura sudah pasti adalah surga untuk memanjakan hasrat berbelanja Anda.

TIMELESS APPEAL
Jika anda menyukai beragam jam tangan berkualitas prima, kunjungi Sincere Fine Watches, tempat anda dapat menemukan koleksi Franck Muller, dan berbagai merek lain seperti Jeager-LeCoultre,IWC,Breitling dan Zenith. Cortina Watch juga merupakan tempat untuk menemukan pilihan merek lainnya seperti Blancpain, Porche Design, Omega dan Chronoswiss. The hour Glass juga menawaarkan merek berbeda, Carl F.Bucherer, Daniel Roth dan Gerald Denta dalamsatu atap. Butik-butik berbagai merek lainnya termsuk Roy Estern Watch di LUCKY PLAZA, dan Watches of Switzeland, Yafriro Celebrer le Temps, dan Dickson Watch di PARAGON.

Sempatkan diri untuk mengunjungi butik merek tunggal, seperti Piaget, Vacheron Constantin dan Chopard di NGE ANN CITY, Audemars Piguet di LIAT TOWERS, dan Roger Dubuis di GRAND Hyat SINGAPORE.

ALL THAT GLITTERS
Butik-butik perhiasan local siap memukau para pembelanja yang cermat di ORCHAD ROAD, mulai dari Loang & Noi di PARAGON, je Taime, Flower Diamond Boutque, dan Larry jewelery di NGE ANN CITY, dan Yuli Inc. Fine Jewellery di PALAIS RENAISSANCE.

Di MARINA BAY, anda dapat menemukan BP de Silva dan George Jensen di RAFFLES SHOPPING ARCADE, RISIS di SUNTEC CITY MALL, Goldheart di MARINA SQUARE dan Aspial, Citigems, dan Lee Hwa Jewellery di WISMA ATRIA.

Merek-merek internasional ternama juga tersedia di Singapura, seperti Piaget,Bvlgari, Tiffany & Co., dan Cartier di NGEE ANN CITY. Butik-butik ini juga menyediakan aksesori cantik dan benda untuk hadiah lainnya. Di SUNTEC CITY MALL, temukan perhiasan kristal cantik di Swarovski dan aksesori berornamen yang dapat ditukar pasang di Charlotte Atelier. Perhiasan dan aksesori lainnya siap and pilih di The Metropolitan Museum of ART Store dan Monthblanc di RAFFLES CITY SHOPPING CENTRE.

Yang tadi dibahas adalah untuk barang-barang bermerek dan berkelas. Bagi mereka yang menginginkan barang-barang yang low end, karena factor budget, terutama produk2 elektronik dan komputer, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu harga barang yang sama di Jakarta. Karena untuk barang2 tertentu setelah saya compare dengan mangga-2 dan glodok, harganya hampir sama, bahkan ada beberapa item yang lebih murah di Jakarta. So, bagi yang maniak belanja, silahkan untuk menyalurkan hobby-nya, tapi teliti sebelum membeli juga sangat diperlukan loh.

Read More..

Uniquely Singapore II: Negara yang menyimpan sejuta keunikan


Berbicara masalah Singapura, mungkin perlu tulisan yang sangat panjang, untuk mengupas detail negara kecil mungil ini. Bagaimana tidak, Negara yang luasnya saja tidak lebih luas dari luas wilayah Jabodetabek ini, telah berubah menjadi negara raksasa dikawasan asia, dan sangat diperhitungkan di tingkat dunia.

Dari sekian banyak perusahaan eropa atau amerika yang mempunyai cabang di kawasan asia, maka mereka rata-rata memiliki pusat untuk kawasan asia pacific di singapura. Tak heran pertumbuhan ekonominya kian melejit, seiring dengan banyaknya investor kelas dunia, menanamkan modalnya di negeri ini.

Secara kasat mata saja, kesan pertama ketika mendarat di Bandara Singapura, sangat menakjubkan. Bagaimana tidak, negara yang katanya adalah merupakan satelit dunia, untuk kawasan asia pacific, masih sangat peduli dengan lingkungan. Pohon-pohon rimbun menghiasi sepanjang perjalalanan kami dari bandara changi menuju orchad, dimana kami menginap. Sepanjang perjalanan pohon-pohon besar dan hutan kota, tak putus kami lewati. Dan unik-nya kami tak pernah melihat satupun pedagang kaki lima, yang biasanya menghiasi pinggiran jalanan Jakarta dimalam hari.

Selama kami beraktifitas di singapura, kamipun tidak pernah melihat polisi. Tetapi lalu lintas aman dan lancar, sekalipun tak ada yang ngatur. Pernah hal ini kami tanyakan pada sopir taxi, dia bilang polisi disini pada monitor layar dikantor, karena di sepanjang jalanan sudah dipasang kamera dimana-mana, sekali mereka keluar, paling untuk nilang katanya.

Hal lainnya adalah semua pembayaran public rata-rata menggunakan electronic. Termasuk masuk jalan tol kalau di Indonesia. Disetiap mobil pribadi dan umum sudah terpasang sebuah mesin khusus dan sebuah kartu, dimana kartu tersebut diisi dengan debet uang pemilik mobil tersebut. Setiap mobil yang melewati jalan berbayar, maka mesin akan secara otomatis akan memotong jumlah uang yang kita debetkan pada kartu tersebut. Mungkin hal ini yang akan ditiru bang Yos untuk menjadikan jalan berbayar menggantikan jalan 3 in 1. Hal yang sama juga berlaku bagi kendaraan yang terkena tilang, jadi tidaka da ceritanya siding di tempat, atau titip sidang pada sang penilang :-D.

Ketika kami ingin menggunakan jasa MRT (kereta api kalau di Indonesia), tak ada satupun petugas penjual dan penjaga ticket. Pembayaran dilakukan Full interaksi dengan mesin. Kita hanya tekan tujuan pada peta jalur kereta, maka berapa harga tiket akan mucul dilayar. Tinggal kita masukan uang yang cukup, maka ticket akan keluar, beserta kembalian jika uangnya lebih. Dan uang yang dimasukan pun boleh coin atau kertas, dia akan dikenali nilainya asal memasukannya ke lobang yang tepat, dan yang dimasukkan uang dolar singapura tentunya, bukan yang lain :-D.

Hal lain yang membuat kami takjub adalah dari sisi kebersihan. Soal kebersihan, pemerintah singapura tidak ada toleransi. Setiap orang yang buang sampah sembarangan akan terkena denda sangat tinggi. Untuk itu sepanjang perjalanan kami, hampir tidak paernah menemukan sampah, kecuali satu atau dua lembar daun pohon yang mungkin baru jatuh dan belum sempat dibersihkan. Jangankan sampah, selama disini kami tidak pernah melihat tikus,kecoa,semut bahkan nyamuk. Tidak tahu bagaimana mereka pada tidak kelihatan, teman ku bilang mungin karena disini serba denda, kelompok tikus dan serangga pun pada gak mau nonghol takut kena denda katanya..:-D.

Hal lain yang membuat saya kagum, ketika hujan deras datang dan waktunya cukup lama, sekitar 3 sampai 4 jam. Ketika hujan reda tak ada genangan air di jalanan, dan air yang mengalir di selokan-pun warnanya jernih. Sangat berbeda dengan Jakarta, tak kecuali dengan pusat bisnis di kawasan Thamrin sekalipun, kalau hujan segitu lama, pasti ada genangan air, dan sudah dipastikan Jakarta akan macet total. Berikutnya akan aku kupas tentang wisata belanja dan kuliner di negeri ini.

Read More..

Uniquely Singapore I: First Flight to Overseas & Bacon


First Flight to Overseas

Minggu, 8 April 2007 adalah salah satu moment bersejarah dalam hidupku. Betapa tidak hari itu adalah pertama kalinya terbang ke luar negeri, memang norak bagi yang sering bepergian ke luar indonesia. Tetapi bagiku ini merupakan pengalaman paling berharga, sekaligus perjalanan terjauh, sebab sebelumnya perjalanan paling jauh yang aku tempuh baru sebatas pulau jawa.

Aku dan beberapa rekan kerja, ditugaskan oleh kantor utuk menimba ilmu di kantor pusat untuk kawasan asia pacific di Negeri-nya Lee Kwan Yuew, Singapura. Walaupun persiapannya sangat terbatas, mulai menyiapkan document, mengurus pasport, ticket dan lain-lain, hanya dalam tempo kurang seminggu. Tetapi alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar.


Jadwal penerbanganku, hari minggu,8 April 2007, pukul 11.25, menggunakan pesawat Garuda. Aku prefere, berangkat dari rumah di Tanah Abang ke Bandara Soekarno Hatta, jam 09.00. Sampai di Bandara kurang dari jam 10. Setelah kumpul dengan teman-teman kamipun check-in, dari 7 orang yang ada 5 orang, sementara yang 2 orang sudah terlebih dahulu check in.

Ternyata ada sedikit kendala dari pihak Garuda. Mereka mengganti pesawatnya dengan yang lebih kecil, sehingga kami yang check in belakangan, harus delay ke pesawat berikutnya. Dan diperkirakan akan flight jam 17-an. Pihak garuda-pun memberikan penawaran masih ada 2 kursi tersisa, sehingga 2 dari 5 orang dari kami bisa berangkat sesuai jadwal. Tapi kami menolaknya, kalau tidak bisa berangkat sesuai jadwal semuanya, ya kami delay semuanya kami bilang. Hal ini kami maksudkan untuk mempermudah pihak penjemput di Bandara Singapura nanti. Akhirya setelah negosiasi panjang, kamipun tidak bisa memaksakan diri untuk berangkat sesuai jadwal, dan kami dipindah ke pesawat SQ(Singapore Airlines) dengan jadwal keberangkatan pukul 17.00. Sebagai konpensasi pihak garuda menitipkan kami di Executive Lounge, dimana kami bisa makan-minum sepuasnya, nonton tv, dan main internet.

Jam 17.00 akirnya kamipun bisa flight dengan pesawat Singapur Airlines dengan nomor pernerbangan SQ961. Alhamdulillah kami bisa sampai di bandara Changi Singapura pukul 19.00 WIB atau pukul 20.00 waktu setempat. Karena ada sedikit miss komunikasi dengan pihak penjemput, akhirnya kami harus menunggu lebih dari satu jam di Bandara Changi. Setelah menunggu cukup lama akhirnya penjemput kami pun datang, kami langsung dibawa ke penginapan. Sampai di penginapan sudah sekitar pukul 21.00, setelah mengurus administrasi, kami pun memasuki kamar masing-masing. Satu kamar diisi 2 orang dengan 2 tempat tidur.



Bacon
Pagi harinya, kamipun sarapan di tempat khusus yang sudah disediakan pihak penginapan. Aku dengan teman sekamarku, Aris, sarapan bareng, sementara yang lainnya belum kelihatan. Tidak tahu apakah mereka sudah duluan atau belum sama sekali, aku tidak tahu persis karena kamar kami agak berjauhan. Menu pada sarapan cukup lengkap, ada spageti,bubur,cereal,aneka roti, jus dan buah-buahan. Sementara lauknya ada telor, sosis dan bacon, nama terakhir cukup asing bagiku. Aku mengambil telor,sosis,spageti dan bacon untuk makanan beratnya.

Tiba di meja makan, Aris rupanya sudah duluan mengambil makanan. Aris membuka obrolan, kamu tahu semua makanan yang ada disini?, tahu keculai yang ini, aku menunjuk makanan yang disebut bacon, kamu tahu itu terbuat dari daging apa?, gak tahu jawabku, kalau kamu tidak tahu mendingan jangan dimakan, siapa tahu dari daging babi, mending makan yang sudah jelas saja, kan masih banyak, ada spageti,sosis ayam, bubur dll kata Aris. Wah bener juga pikirku, maka aku menyingkirkan bacon tersebut dari alasku, sehingga makanan tersebut tidak aku makan sedikitpun.

Hari ke-4 sarapan, kebetulan aku bertemu dengan teman lainnya yang beda kamar. Mereka sudah datang terlebih dahulu, ternyata mereka sedang makan makanan yang hampir aku makan di hari pertama, yaitu bacon. Akupun menyapa sambil sedikit memperingatkan bahwa makanan yang mereka makan itu kemugkinan dari babi. Karena penasaran diapun menanyakannya kepada pelayan, tentang bacon. Dan pelayan jawab dengan jawaban yang sangat mengejutkan kami, tentu saja bahan bacon adalah daging babi katanya. Teman yang sejak awal makan bacon sampai terbelalak matanya, berarti dari awal gw makan babi dong, sambil mulutnya mendadak hampir muntah, dan menyingkirkan sisa-sisa bacon yang masih ada di alasnya. Dan ternyata dari 7 orang, 4 orang pernah makan bacon bahkan hampir tiap hari. Kecuali aku,aris yang sudah jaga-jaga sebelumnya dan eko yang memang orangnya vegetarian.

Read More..

Cerita Mudik II:Muzahid Dakwah

Sabtu, 30 Desember 2006, sehabis sholat maghrib dan membaca qur'an sebentar, aku beristirahat sambil membaca-baca buku kesukaanku. Cukup melelahkan juga perjalanan yang aku tempuh tadi siang dari Jakarta. Di luar sudah rame gema takbir yang dikumandangkan dari masjid dan mushola di kampungku.

Tiba-tiba Bapak datang menghampiriku, sambil membawa secarik kertas. Ha, tadi Bapa ketitipan pesan dari ustadz Agus. Dia minta tolong supaya kamu jadi Khotib Iedul Adha besok, menggantikan dia yang sedang kurang enak badan. Kalau kamu kesulitan mencari bahan, ini dia kasih beberapa rujukan dan dan referensi untuk materi khutbah. Kata Bapa sambil menyodorkan secarik kertas kepadaku. Aku kaget sekali,hah...,apa tidak ada yang lain pa?, kan saya tidak ada persiapan sama sekali. Lagian khutbah Ied Fitri kemarin kan saya, masa sekarang saya lagi, apa nanti warga tidak bosan, kataku. Insya Alloh tidak, dicoba saja yah.., sepertinya ustadz Agus sangat percaya sama kamu, kata Ayah. Iya.., anggap saja ini sebagai ladang amal bagi kamu dan untuk ibu, ujar Ibu menimpali. Mendengar itu, aku tidak bisa apa-apa lagi, walaupun dengan berat hati, kertas itu aku terima. Selanjutnya aku mulai mencoba menyusun konsep untuk khutbah besok.

Perlu diketahu, bahwa di kampungku, semenjak sebagian besar tokoh sepuh meninggal dunia, kendali dakwah dan syiar dipegang dan dipercayakan kepada ustadz Agus sendirian. Termasuk mengurus sebuah pesantren dan TK Islam. Ustadz Agus Masih muda, kira-kira usianya sekitar 35 tahunan. Memang tidak sedikit warga dikampungku, yang pemahaman agamanya diatas rata-rata. Mereka kebanyakan usianya masih muda. Tetapi sebagian besar dari mereka merantau ke kota. Sementara yang tersisa sepertinya enggan untuk turut berkecimpung dalam dunia ini.

Untuk itu ustadz Agus meminta kesediaan kakaku, yang ketika di pesantrennya dulu adalah adik kelas ustadz agus. Walaupun kakaku juga sering merantau ke luar kota, tetapi ketika di kampung selalu menyisihkan waktu untuk membantu kegiatan dakwah ustadz Agus. Ketika itu aku masih kuliah, terkadang akupun sering dimintanya untuk mengisi pengajian muda-mudi. Semampu yang aku bisa, akupun membantunya.

Tetapi semenjak kakakku dipanggil yang maha kuasa, sekitar 4 tahun yang lalu. Praktis ustadz Agus kembali sendirian, beliau hanya dibantu oleh istri dan beberapa orang santri kepercayaannya.

Untuk itu, mulai dua tahun kemarin, ustadz Agus memintaku untuk bisa terjun lebih banyak lagi. Beliaupun mengerti aku jarang pulang kampung. Paling hanya 1-2 bulan sekali saja, itupun tidak pasti, dan tidak lama. Hanya 1-2 hari saja di rumah, setelah itu langsung kembali. Akupun
menyadari, ilmu agamaku, belum seberapanya dibanding ustadz Agus dan Almarhum kakakku. Dan masih banyak juga teman-teman seangkatan atau kakak-kakak kelasku yang pemahaman Agamanya lebih bagus dariku. Tetapi entah mereka terlalu sibuk atau punya metoda sendiri, mereka tidak mau bergabung dalam dakwah yang dirintis Ustadz Agus. Dengan pertimbangan ini, aku menyatakan kesediaanku untuk bisa membantu ustadz Agus semampuku.

Dalam hal ini ustadz Agus hanya memintaku untuk mengisi khutbah jum'ah, pengajian ibu-ibu,pengajian pemuda dan khutbah ied hanya ketika aku pulang kampung saja. Beliaupun maklum, karenanya tidak membebaniku dengan jadwal tetap. Untuk khutbah dua Ied(Iedul Fitri dan Iedul Adha) mulai tahun kemarin ada perjanjian tidak tertulis, ustadz agus dan aku akan bergantian mengisinya. Tetapi entah kenapa,sudah tiga ied berturut-turut, dengan berbagai alasan, beliau selalu menyerahkannya kepadaku. Aku sebenarnya masih belum PD kalau disuruh khutbah semacam Ied seperti ini. Dikarenakan sebagian warga pulang dari perantauan, dengan kata lain, aku akan berdakwah didepan orang-orang yang ilmu agamanya jauh diatas aku. Apalagi bacaan dan hapalan qur'anku masih banyak yang harus diperbaiki. Belum lagi sikap dan amalanku yang lainnya masih banyak perlu perbaikan. Tetapi yang membuatku tetap maju adalah dorongan dari ustadz Agus sendiri, yang selalu mengingatkanku. Kalaulah semua orang berpikiran seperti kamu tadi, tidak akan pernah ada generasi dakwah, katanya. Semua orang pasti mengalami kesalahan, setiap orang pasti mempunyai kekurangan. Tetapi orang yang paling baik adalah orang yang bisa belajar dari kesalahan, dan terus belajar untuk memperbaiki kekurangan.

Mendengar ucapan ini, aku sempat termenung. Aku baru diminta bantuan seperti ini saja sudah ogah-ogahan. Ustadz Agus yang tiap hari melayani masyarakat, Subuh mengajar santri, pagi mengajar anak-anak di TK Al-qur'an, siang mengajar di madrasah diniyyah, sore memberikan pengajian ibu-ibu,malamnya mengajar para santri. Kesemua ini dilakukan tanpa pernah mengeluh. Sampai-sampai waktu untuk anak dan istrinya banyak habis tersita dakwah.

Inilah yang membuat aku lebih termotivasi. Mudah-mudahan Alloh SWT selalu memuliakan dan memberikan keistiqomahan dalam berdakwah, kepada ustadz Agus dan keluarga. Ammien...


Read More..

Cerita Mudik I:Duhai Ibu

Mudik kemarin, walaupun tidak lama, banyak kejadian menarik yang bisa kujadikan pelajaran. Diantaranya adalah kisah sukses dari seorang tetangga di kampungku. Haji Didin begitu pria ini akrab di sapa di kampungku. Akhir-akhir ini pria ini menjadi sangat populer dan jadi bahan pembicaraan warga di kampungku. Hal ini dikarenakan bisnis yang dia gelutinya sangat berhasil untuk ukuran daerahku. Betapa tidak, Haji Didin yang tadinya tak lebih hanya seorang buruh serabutan. Dikatakan buruh serabutan dikarenakan dia tidak punya pekerjaan tetap, dia hanya mengandalkan warga sekitar yang menyuruhnya. Terkadang disuruh angkat-angkat barang,kadang ikut jadi kuli bangunan,terkadang juga jadi buruh cangkul di sawah. Tetapi kini haji Didin telah berubah 180 derajat, beliau sudah menjadi juragan boneka dan tas di kampungku, dimana para pekerjanya adalah sebagian besar warga di kampungku yang sebelumnya tidak punya pekerjaan tetap. Bahkan mayoritas ibu-ibu rumah tangga dan dan kaum muda yang tidak merantau ke kota. Hal ini dikarenakan pekerjaan ini bisa dikerjakan siapa saja di rumah masing-masing. Dari mulai mesin jahit,bahan dan polanya sudah diberikan dari sang bandar. Ibu-ibu rumah tanggga pun bisa melakukannya di waktu senggang,bahkan anak-anak usia sekolahpun masih bisa mengerjakannnya usai kegiatan sekaolah. Lumayan bagi warga kampung, upahnya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan uang sekolah anak-anak.

Kesuksesan haji Didin, tak lepas dari hasil kerja keras dan keuletannya. Setelah bosan jadi kerja serabutan, dia pun jadi buruh jahit untuk kerajinan boneka kain dan tas. Dia mengambil bahan dari seorang bandar di kampung sebelah. Didin mudapun terus bekerja dengan ulet dan selalu menyisihkan sebagian pendapatannya untuk di tabung. Karena keuletan,kecakapan dan kejujurannya dalam bekerja, Didin muda pun diberikan kepercayaan lebih oleh sang boss. Secara tidak langsung dia pun bisa tahu lebih banyak tentang seluk-beluk bisnis ini. Dia menjadikan boss dan orang-orang disekelilingnya sebagai guru.

Dan hasilnya bisa dirasakan sekarang. Dalam waktu yang relatip singkat, dia sendiri sekarang sudah melampaui kesuksesan sang guru. Kini dia sudah menjadi jalan rizki bagi banyak orang, bisa berbuat lebih banyak lagi untuk menolong sesama. Dan dia pun sudah bisa dua kali menunaikan ibadah haji, termasuk menghajikan ibunda tercinta.

Yang menarik dari kesemua ini adalah dia sangat berbeda dengan kebanyakan orang. Dia sangat memuliakan ibunya, dia sangat ingin membahagiakan ibunya. Diapun bekerja sekuat tenaga demi membahagiakan sang ibu. Pernah suatu ketika di tanya, apa sih rahasia kesuksesan dari pak haji? "Rahasia keberhasilan saya adalah Jujur, Ulet disiplin dan punya impian. Tapi tahukah anda kesemua itu tak akan ada apa-apanya tanpa pertolongan Alloh SWT. Dan saya yakin hal terbesar kenapa Alloh SWT terus-terusan menolong saya?, syariatnya adalah do'a tulus dari Ibunda saya, beliau selalu mensupport saya dimasa-masa saya sulit".

Maka dari itu Haji Didin sangat sayang dan memuliakan ibunya, setiap hendak beraktifitas diapun selalu memohon do'a restu terlebih dahulu dari sang ibu. Malahan pernah suatu ketika Pak Haji ini akan bepergian dalam urusan bisnis, seperti biasa dia pergi ke rumah ibunya untuk mohon do'a restu. Kebetulan sang ibu sedang bepergian, maka Pak Haji ini dengan sabar menungggunya sampai ibunya kembali, dia tidak mau beranjak sebelum bertemu dengan sang Ibu.

Sangatlah pantas Rosulalloh menegaskan dalam sabdanya "Ridhonya Alloh tergantung Ridhonya Ibu Bapak,dan murkanya Alloh tergantung murkanya Ibu Bapak" malahan dalam hadits lain disebutkan "Dua hal yang siksaannya akan Alloh segerakan ketika masih di dunia, yaitu zina dan menyaikiti kedua orang tua."

Mungkin bagi sebagian pembaca, kisah ini sangat sederhana. Masih kalah heroik dari kisah-kisah legenda atau testimoni yang lainnya. Tetapi bagi saya, karena ini terjadi dilingkungan saya, menjadi teramat istimewa. Subhanalloh, mendengar kisah ini, saya sangat malu dengan diri saya sendiri. Terus terang sampai saat ini saya belum bisa membahagiakan kedua orang tua saya, bahkan terkadang berbicarapun suka bernada tinggi, yang mungkin bisa menyinggung orang tua saya. Tetapi Ibu saya selalu tersenyum, dan selalu meberikan nasihat-nasihatnya dengan penuh sayang. Kalau saya sedang kelihatan suntuk, beliau selalu tanya "ada masalah apa...?, coba ceritakan mungkin ibu bisa bantu...?". Kasih sayang mereka sangat tulus, dan akan sangat bahagia kalau melihat anaknya bahagia. Walaupun sejak keluar SD sampai SMA saya berjauhan dengan ibu,karena saya harus tinggal di Asrama yang lumayan jauh dari rumah, paling saya baru bisa pulang sebulan sekali atau terkadang lebih. Selepas SMA sayapun harus melanjutkan kuliah di luar kota. Tapi kesemua ini tidak menghalangi kedekatan saya dengan ibu.

Ingin rasanya berbuat lebih untuk membuat orang tua bahagia, terutama ibu. Ingin juga menghajikan keduanya,yang merupakan keinginan beliau sejak lama. Tetapi apa daya hanya baru sekedar cita-cita. Saya hanya baru bisa berusaha mengoptimalkan potensi saya, untuk membuat mereka selalu tersenyum. Duhai Ibu... terimakasih dan Maapkan aku, aku belum bisa membahagiakan Ibu, do'akan aku agar bisa memuliakan Ibu.

Salam sayang dan hormat dari ananda tercinta.

Read More..

Touring ke Nikahan Gibril

Tiga hari sebelumnya sudah janjian sama Tito MIB 97, untuk touring bareng ke Bandung. Tapi masalahnya sabtu paginya dia mau service rutin dulu. Aku saranin, kalau service dulu, menurut pengalamanku kemungkinan bakal telat datang ke resepsi Gibril-nya yang di undangannya sampai pukul 14.00, apalagi informasi terakhir dari service langganan dia, service buka jam 08.30, itu juga tergantung mekaniknya, kalau mekaniknya datang agak siang yah.. bukanya agak siang juga. Sempat tarik ulur Tito ini mau service apa mau ganti oli dulu saja, service-nya nanti sabtu depan. Tapi akhirnya katanya dia sudah janjian sama mekaniknya, service jam 08.00 pagi, jadi kalau prediksi service 1 jam, kalau tepat mulai jam 08.00 pagi berarti selesai jam 09.00 pagi, masih bisa kekejar kalau asumsi perjalanan ke bandung 4 jam (midle touring plus macet dikit), kira-kira sampai di tempat tujuan kurang lebih jam 13-an. Dengan asumsiseperti itu ok lah aku setuju dia serive dulu di service langganan-nya HTML LA. Tapi di make sure mulai service jam 8 pagi.
Kalau motorku jangan ditanya, kalau aku ada rencana mau touring luar kota, seminggu sebelumnya pasti service dulu, jadi pas hari H, sudah ready gak repot lagi.

Sabtu, 16 Desember 2006
07.30: Setelah persiapan perlengkapan dan sarapan,berangkat dari rumah Tanah Abang menuju Service HTML LA, dimana Titoservice, isi Pertamax Full tank di POM KS. Tubun.
08.30: Sampai lokasi,tapi karena aku jalannya agak kebablasan, service HTML-nya kelewat, mo puter balik agak jauh, akhirnya aku janjian sama Tito, aku nunggu di halte bis smun 109 saja.
09.00: SMS Tito, memastikan perkembangan service-nya, dia jawab masih berjalan (pikiranku sudah agak kacau, wah pertanda touring yang kurang sukses neh)
09.30: aku konfirm tito lagi, katanya service dah mau beres sebentar lagi.
09.45: Tito kabarin service dah beres, dan nyuruh aku siap-siap aja (aku bialng aku dah siap dari tadi neh)
10.15: Tito baru muncul, wah ini mah gaswat neh, 60% gak bakal kekejar pikirku, tapi gak apalah di coba aja.
10.15: Meninggalkan LA menuju Jl. Raya Bogor, lewat putaran Juanda, aku agak ragu solanya ini rute tidak biasa aku lewati
kalau touring ke bandung or Tasik. Biasanya rute yang aku lewati Tanah Abang-Slipi-Pancoran-Raya Bogor-Cibubur-Jonggol-Cianjur-Bandung. Tapi ini agak lain soalnya kalau lewat Juanda berati cibubur sudah kelewat, harus puter balik ke cibubur atau cari jalan lain menuju jonggol, kalau lewat puncak sudah lebih jauh lagi dah.
10.30: Akhirnya setelah tanya-tanya tukang ojek, ketemu juga jalan menuju jonggol selain cibubur, walaupun sempat muter-muter dulu, yaitu lewat cibinong-cileungsi bogor.
11.10: Akhirnya ketemu juga jalan jonggol, kami langsung tancap gas, eh di perempatan cibarusah macet total, aku gak ngelihat bahwa itu persimpangan kiri karawang, kanan cinajur, karena kehalang mobil2 gede. Kalau Tito ngikutin aku aja, karena ini Touring perdana dia ke luar kota. Aku ngikutin jalan saja, cari-cari jalan kosong di sela-sela mobil, makin lama jalan kok makin jelek pikirku, perasaan jalan jonggol hampir bagus semuanya.
11.30: Aku berhenti, disamping karena hujan, aku yakin ini bukan jalan yang biasanya aku lalui, ngasih tahu ke Tito ini salah jalan, tapi lewat sini bisa juga, cuman resikonya jalannya jelek, kalau puter balik lebih jauh lagi.
11.35: Akhirnya setelah beberapa pertimbangan kami melanjutkan memakai jalan itu menuju Cianjur, memang betul makin jauh jalanannya makin jelek, lebih jelek dari yang aku pikir, banyak batu kerikilnya, sudah gitu sempit, walhasil kami hanya bisa memacu laju motor kami pada kecepatan 20-30 km/jam.
12.30: Dengan susah payah akhirnya kami samapi juga ke Cianjur, jalanan makin bagus, maka dengan leluasa kami bisa memacu si kuda hitam dengan lebih cepat lagi. Tapi yah itu tadi, kalau pas macet gak bisa ngapa-ngapain lagi, kecuali bersabar,tapi terkadang ngegerutu.
14.00: Sampai Cimahi, lenyap sudah untuk bisa sampai ke tujuan utama resepsinya Gibril, wong di undangannya saja sampai jam 14.00, tapi gak masalah, masih ada tujuan lainnya kok.
14.30: Sampai di persimpangan jl padjadjaran, salahnya kami sebelumnya tidak make sure mau ngambil jalur mana, IP(Istana Plaza),Kota,or leuwi Panjang. Pas lampu merah aku langsung membelokan motor ke jalur IP, di IP kira2 10 menit sempat nunggu Tito tapi gak muncul2.aku telp gak diangkat2 mungkin gak kedengeran, aku sms aja bahwa aku lewat IP, Ply Over-Gasibu-Cicadas-Kircon-Gatsu-SM.
15.00: Aku nyampe BSM, aku sms Gibril minta maaf tidak bisa hadir, aku dah berusaha datang tapi gak keburu, percuma datang juga pasti acara sudah selesai. Trus telp zibank, mastiin dia ada, sebab kalau2 kemalaman aku mau numpang istirahat di rumah dia, lahamdulillah zibank gak ada acara keluar.
15.10: Dapat telp. dari Tito nanyain posisi dimana,ternyata tadi dia kejebak di lampu merah persimpangan jl padjadjaran jadi gak bisa belok ngikutin aku, dia ngambil jalan lurus, ya udah aku suruh langsung aja ke BSM.
15.20: Lapar juga neh, setelah memarkir motor, lihat-lihat sekeliling BSM, ada KFC, langsung aja menuju kesana, langsung pesen paket nasi.
15.30: Tito datang, rupanya dia lapar juga, di pesen juga paket nasi, gak jadi makan di resepsinya Gibril, akhirnya makan di KFC.
16.00: Cari mushola, sholat ashar plus jama' sholat dzuhur, ngobrol2 sebentar, Tito rencananya mau langsung balik ke jakarta, tapi sebelumnya mo beli batagor yang di jalan veteran. Tapi kalau aku masih ada sedikit urusan dan kemungkinan nginep di
zibank, pluang besok pagi.
16.30: Kami berpisah, Tito langsung pulang ke Jakarta via batagor veteran, aku membeli sedikit oleh2 buat seseorang, dan langsung menuju tempat tujuan
17.00: Sampai di tempat tujuan, ngobrol ngalor ngidul, terasa waktu begitu cepat yah..., tahu2 sudah maghrib, numpang sholat maghrib, konfirm ke zibank, alhamdulillh dia ada di rumah.
18.30: Menuju rumah zibank
19.00: Sampai rumah zibank,ngobrol2, makan nasi goreng di leuwi panjang,sholat isya, tidur.

Minggu, 17 Desember 2006
04.00: Bangun tidur, mandi sholat shubuh, cek hp, ada sms dari gibril yang dikirm jam 22.50: isinya kurang lebih begini "GW ada di hotel horizon sampe senin R 418.kesini aja bro tapi bawa makanan sendiri disini mahal. Oke bro." sms belum sempat di bales.
04.30: HP-ku bunyi, abang-ku telp dari Jakarta, kalau bisa buru2 pulang ke Jakarta ada sedikit urusan.
05.00: SMS Gibril, gak bisa mampir ke hotel, karena disamaping harus buru2 balik ke jakarta, gak tega masa gangguin orang bulan madu, tar kepengen lagi he...69x
06.20: Setelah persiapan dan sarapan, aku langsung, cabut ke Jakarta, alhamdulillah lancar, sempet isi bensin di cibubur, cari pertamax gak ada akhirnya dari pada tidak, isi premium deh.
10.00: Sampai tujuan, langsung cuci motor dulu, karena motor dekil banget deh.
11.00: Alhamdulillha Sampai rumah, langsung tidur capek banget bro.

Selamat buat Gibril, semoga pernikahannya barokah, thanks buat Tito, kita bisa touring lagi kapan2, tapi persiapannya harus matang bro, spesial thanks buat zibank atas tumpangan, teh botol dan nasi kuningnya, moga kebaikan nt dibales Alloh swt ammien.

Read More..

Gathering di Puncak


Setiap satu tahun sekali perusahaan kami selalu mengadakan Gathering. Pada tahun 2006 ini kami mengadakannya di puncak, walaupun banyak yang tidak ikut,tetapi acara masih tetap seru kami berangkat dengan 5 Bis, ke Via Renata Puncak. Banyaknya yang tidak ikut dikarenakan ini bukan Family Gathering,artinya tidak diperkenankan membawa anggota keluarga yang lain, so kebijakan ini membuat yang punya keluarga apalagi anak kecil, harus berfikir ulang, atau mencuri-curi waktu agar bisa ikut. Tetapi bagikaryawan yang tidak mau melewatkan waktu liburannya dengan keluarga mereka kebanyakan memutuskan tidak ikut.

Dari total keseluruhan karyawan pada perusahaan kami hanya sekitar 40-50 persennya-nya saja yang mengikuti Gathering ini, itupun didominasi oleh karyawan yang muda2 dan kebanyakan belum berkeluarga. Aku juga tadinya sempat mau tidak ikut, bukan alasan keluarga, karena aku belum berkeluarga:), tapi karena seragam yang dikasih panitia,belum sempat aku pakai sudah luntur karena aku merendamnya kelamaan...:-D. Tapi alhamdulillah punya ide bisa diakali dengan memakai jaket casual, karena yang kena hanya tangan dan
kerahnya saja, so masih bisa ditutupi dengan jaket, jadi kemana2 aku tidak lepas jaket,kebetulan juga di puncak dingin.

Acara ini sangat seru. Kami berangkat bersama-sama dari kantor pusat di Jakarta, Sabtu 18 November 2006 pukul 07.00. Lima Bis kami meluncur beriringan menuju via Renata Puncak. Alhamdulillah di Jalan kami tidak menemui hambatan berarti dan kemacetan, walaupun pada
senin, 20 November 2006, Presiden Bush mau datang ke Kota Bogor. Sampai di Tujuan kurang lebih pukul 10.00 WIB, kami belum bisa masuk penginapan karena check in-nya pukul 17.00 WIB. Barang-barang kami sementara ditinggal didalam Bis, kami menuju Aula tempat acara
utama diselenggarakan.

Disana kami langsung mengadakan Upacara Pembukaan dan bagi2 doorprize, seru deh. Karena doorprizenya banyak banget dari sekitar 250 orang yang ikut, doorprizenyaada 180-an. Aku juga berharap dapat doorprize, mudah2an bisa dapat doorprize yang bagus. Tapi sudah
lah,namanya juga doorprize-nya lebih sedikit dari peserta yang datang ya pasti ada yang tidak kebagian, walaupun mayoritasnya bakal kebagian.

Setelah acara pembukaan dan bagi-bagi doorprize part I, acara dilanjutkan dengan sholat dzuhur dan makan siang. Tepat pukul 13.00 kami berkumpul kembali di AULA, kali ini kami akan melakukan suatu permainan Team Building, yang akan dipandu sebuah EO. Kami dibagi dalam 10 kelompok, yang setiap kelompok terdiri dari kurang lebih 20-orang, tiap kelompok didampingi oleh satu orang pendamping dari EO yang akan mengarahkan kami dalam acara dilapangan.

Sampai dilapangan kami sudah di tungggu oleh beberapa EO disana, dan telah disiapkan 5 permainan. Setiap permainan harus dimainkan oleh sekitar enam orang. So kita harus mengatur strategi supaya fisik kita tidak drop dengan sistim rotasi, karena disamping panas,
permainannya cukup nyita waktu dan tenaga. Setiap permainan akan mempunyai poin tersendiri, dan poin itu akan ditukar dengan Uang lokal, dan uang itu akan dibelanjakan dengan bahan bangunan untuk membuat suatu Resident (Ceritanya..he..he..).

Pada akhirnya yang bisa membangun bangunan yang indah, kuat dan nyaman serta sanggup menekan cost seminimal mungkin, dia akan jadi pemenang. Maka kami harus bisa membelanjakan uang dengan efektif dan efisien, sesuai kebutuhan. Maka dari itu kerjasama team, mulai dari yang bagian belanja, arsitek, konstruksi, desain eksterior dan interior dll. Dari permainan ini, nantinya akan diadakan penilaian, rumah terindah, rumah pavorit,rumah masa depan,rumah harapan,dan rumah terburuk.

Selesai acara pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya pukul 15.30 break untuk sholat ashar. Kami langsung menuju tempat peristirahatan. Kebetulan sudah boleh check in hotel, kami mandi, sholat maghrib, dan istirahat sebentar sampai sholat isya, setelah itu acara gathering dilanjutkan lagi di AULA.

Sambil makan malam acara diisi dengan pembagian doorprize II, sudah hampir 50 dari total 180 doorprize yang ada di bagikan, tapi kok namaku belum keluar yah(pikirku, oo..mungkin akan dapat hadiah utama kali, sambil menghibur diri,soalnya makin belakang hadiahnya makin heboh lho...:-D).

Selesai makan malam acara dilanjutkan dengan sambutan dari Owner perusahaan kami Bp Herry, yang pada waktu pembukaan tadi siang belum sempat datang, karena masih di Singapur. Tetaapi kali ini acaranya rilex,settingan meja pun didesain panitia untuk 4 orang 4 orang, biar kami membaur dan kesan kekeluargaannya lebih kental.

Setelah sambutan ada beberapa penampilan seni dari perwakilan divisi, dan penghargaan kepada karyawan yang sudah mempunyai masa kerja 10 tahun, acaranya campur aduk ada hebohnya ada pula mengharukannya.

Setelah itu adapula pengumuman pemenang pembangunan Resident, kelompok kami biarpun tidak dapat rumah terindah, terpavorit dan rmah masa depan, tapi tidak sampai dapat rumah terburuk, yah.. lumayan dapat rumah harapan, hasil kerja keras team dan hadiahnyapun kita
bagi rata.

Seperti biasa setiap acara selalu diselingi dengan Fun Game dan pembagiain doorprize. Waktu sudah menunjukan pukul 21.30 WIB, tiba-tiba nama ku dipanggil, toha 1032 katanya, wah ternyata aku dapat juga doorprize, eh... dapat Water Dispenser lagi, agak kurang diharapkan doorprize yang satu ini, maklum waktu bulan Ramadhan lalu pada acara buka bersama aku dapat dispenser juga, disamping 2 dispenser sebelumnya pun belum kepake, wah bisa buka toko dispenser neh pikirku. Tapi syukur alhamdulillah walau tidak mendapatkan kulkas,TV,Camera digital,Mesin Cuci dll, tapi setidaknya aku masih dapat doorprize, dibanding
sebagian teman2ku yang tidak kebagian sama sekali.

Setelah namaku kepanggil dan langsung kupon didaftarkan kepanitia, karena hadiahnya disimpan dikantor dan nanti diambil di kantor pada hari kerja. Acara makin heboh, tapi aku tidak terbiasa tidur terlalu larut malam, maka aku pulang sendirian ke hotel, toh udah dapat doorprize ini pikirku...:).

Sampai di Hotel masih sepi, karena yang lain masih mengikuti acra di AULA, aku nonton bola sebentar n langsung tidur, wah dingin juga udara puncak.

Pagi-pagi sekali acara disisi dengan pertandingan olah raga, ada bulu tangkis,bola voli,tenis meja,sepak bola, ada juga yang berenang atau sekedar jalan-jalan. Aku sendiri tadinya mau ikut sepak bola, tapi karena datang ke lapangannya terlambat, akhirnya cuman nonton saja.

Selesai acara olah raga, kami sudah disiapkan sarapan di Aula, ada tiga menu sarapan,nasi kuning plus gulai ayam,bubur ayam spesial, dan roti bakar. Aku sendiri pilih nasi kuning, enak juga rasanya, sangat berbeda dengan nasi kuning yang biasa aku beli dekat rumahku.

Sambil sarapan acara disi dengan hiburan dan pembagian doorprize, makin akhir doorprize makin seru karena barang-barang yang nilainya lumayan besar diberikan di akhir sesi, tapi kalau aku tidak mungkin dapat lagi karena sudah dapat tadi malam, yaitu sebuah dispenser.

Selesai acara hiburan dan pembagian doorprize terakhir, acara dilanjutkan dengan ceramah motivasi dan management dari Pak Tumbur Tobing, seorang trainer yang diundang pada acara ini. Tema yang disampaikan sangat menarik, karena disamping seorang trainer beliau juga seorang praktisi dalam dunia bisnis. Acara selesai pukul 12.00, setelah itu kami Sholat dzuhur
dan makan siang.

Setelah acara sholat dzuhur dan makan siang, kami semua packing barang-barang kami di hotel untuk check out. Sementara yang hobi belanja diberikan kesempatan untuk belanja sampai jam 14.00 WIB.

Tepat pukul 14.00 WIB kami semua meninggalkan kawasan puncak menggunkana Bis yang kemarin, Good by Puncak, Well Come To Jakarta.

Read More..